Tugas TIK

TUGAS LANJUTAN
1. Apa yang disebut dengan algoritma?
2. Bagaimanakah cici-ciri algoritma yang baik?
3. Jelas cara menuliskan algoritma dengan:
– Deskripsi
-Flowchart(bagan alir)
-Pseudocode
4. Tuliskan algoritma untuk membuat Segelas Kopi, semangko Mie Rebus
5. Jelaskan Symbol-symbol algortima dalam bentuk flowchat berikut

6.Tuliskan algoritma untuk mengitung luas persegi panjang (Luas=panjang * lebar) dalam bentuk
– Deskripsi
-Flowchart(bagan alir)
-Pseudocode
7.Apa perbedaan dalam mempelajari PEMROGRAMAN dan BAhasa PEMROGRAMAN
8. Sebutkan ciri-ciri program yang baik?(sebutkan dan jelaskan)

JAWABAN

1. Dalam matematika dan komputasi, algoritma merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dapat berupa apa saja, dengan catatan untuk setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Algoritma akan dapat selalu berakhir untuk semua kondisi awal yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dengan heuristik. Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) atau memerlukan keputusan (logika Boolean dan perbandingan) sampai tugasnya selesai.
Desain dan analisis algoritma adalah suatu cabang khusus dalam ilmu komputer yang mempelajari karakteristik dan performa dari suatu algoritma dalam menyelesaikan masalah, terlepas dari implementasi algoritma tersebut. Dalam cabang disiplin ini algoritma dipelajari secara abstrak, terlepas dari sistem komputer atau bahasa pemrograman yang digunakan. Algoritma yang berbeda dapat diterapkan pada suatu masalah dengan kriteria yang sama.
Kompleksitas dari suatu algoritma merupakan ukuran seberapa banyak komputasi yang dibutuhkan algoritma tersebut untuk menyelesaikan masalah. Secara informal, algoritma yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan dalam waktu yang singkat memiliki kompleksitas yang rendah, sementara algoritma yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan masalahnya mempunyai kompleksitas yang tinggi.
2. Ciri algoritma yang baik menurut Donald E.Knuth:
• Input: ada minimal 0 input atau lebih
• Ouput: ada minimal 1 output atau lebih
• Definite: ada kejelasan apa yang dilakukan
• Efective: langkah yang dikerjakan harus efektif
• Terminate: langkah harus dapat berhenti (stop) secara jelas

3. 1. NOTASI ALAMI
Penulisan algoritma dengan notasi alami adalah dengan cara menuliskan instruksi-instuksi yang harus dilaksanakan untuk memecahkan masalah dalam bentuk untaian kalimat deskriptif.
Dengan notasi bergaya kalimat ini, deskripsi setiap langkah dijelaskan dengan bahasa yang gamblang. Proses diawali dengan kata kerja seperti ‘baca’, ‘hitung’, ‘bagi’, ‘ganti’, dan sebagainya, sedangkan pernyataan kondisional dinyatakan dengan ‘jika…maka…’. Notasi ini bagus untuk algoritma yang pendek, namun untuk masalah yang algoritmanya besar, notasi ini jelas tidak efisien. Selain itu, pengkonversian notasi algoritma ke notasi bahasa pemrograman cenderung relative sukar.
2. FLOWCHART / DIAGRAM ALUR
Ada 2 jenis Flowchart :
1. flowchart sistem, adalah suatu gambar yang menjelaskan :
– file-file yang diproses oleh program
– jenis piranti yang digunakan oleh file
– operasi terhadap file (masukan ataupun keluaran).
2. flowchart program (biasa disebut flowchart saja), adalah suatu gambar yang menjelaskan urutan :
– Pembacaan data
– Pemrosesan data
– Pengambilan keputusan terhadap data
– Penyajian hasil pemrosesan data
Nah….yang kita bahas disini adalah flowchart program atau biasa disebut flowchart saja.
Flowchart/Diagram Alur popular pada awal-awal era pemrograman dengan komputer (terutama dengan bahasa Basic, Fortran, dan Cobol). Diagram alur lebih menggambarkan aliran instruksi di dalam program secara visual dibanding memperlihatkan struktur program. Notasi diagram alur lebih cocok digunakan untuk masalah yang kecil, untuk masalah yang besar tidak cocok digunakan karena membutuhkan berlembar halaman kertas. Selain itu, pengkonversian notasi algoritma ke bahasa pemrograman cenderung relatif sukar.
Simbol-simbol pada flowchart
Untuk mulai/akhir:
Simbol ini dinamakan terminator, digunakan untuk menyatakan MULAI (START) dan SELESAI (END) suatu algoritma.
Untuk input:
Manual input merupakan KOTAK MASUKAN yang digunakan untuk membaca data yang diberikan oleh usernya. Jadi user mengimput suatu harga/variable/nilai.
Data merupakan KOTAK DATA yang digunakan untuk membaca dan menampilkan data. Contoh aplikasinya yaitu jika kita ingin kita ingin mengetahui saldo tabungan kita pada mesin ATM, ATM hanya tinggal membaca data yang ada.
Untuk proses:
Proses merupakan KOTAK PENUGASAN untuk melakukan perhitungan matematika yang hasilnya diberikan sebagai suatu variable.
Decision merupakan KOTAK KEPUTUSAN untuk memutuskan arah atau percabangan yang diambil sesuai dengan kondisi yang saat itu terjadi. Hanya ada 2 keputusan yaitu BENAR atau SALAH.
Untuk output:
Kotak ini selain untuk input, digunakan juga untuk output. Digunakan untuk menampilkan data.
Dokumen merupakan KOTAK KELUARAN untuk menampilkan / mencetak / menyimpan hasil(keluaran).
Simbol-simbol lain yang digunakan antara lain:
Simbol Aliran Panah.
Connector merupakan SIMBOL PENGHUBUNG, untuk penghubung bila diagram alur terputus tapi masih dalam halaman yang sama.
Off-page connector merupakan SIMBOL PENGHUBUNG, untuk penghubung bila diagram alur terputus disebabkan misalnya oleh pergantian halaman (tak cukup digambar 1 halaman).
3. PSEUDO-CODE
Pseudo-code adalah notasi yang menyerupai notasi bahasa pemrograman tingkat tinggi, khususnya Pascal dan C. Bahasa pemrograman umumnya mempunyai notasi yang hampir mirip untuk beberapa instruksi seperti notasi if-then-else, while-do, repeat-until, read, write, dan sebagainya. Namun tidak seperti bahasa pemrograman yang direpotkan dengan tanda titik koma, indeks, format keluaran, kata-kata khusus, dan sebagainya, sembarang versi Pseudo-code dapat diterima asalakan perintahnya tidak membingungkan pembaca. Keuntungan menggunakan notasi Pseudo-code adalah kemudahan mentranslasi ke notasi bahasa pemrograman, karena terdapat korespodensi antara setiap Pseudo-code dengan notasi bahasa pemrograman. Sehingga Pseudo-code cocok untuk algoritma yang rumit.
CONTOH KASUS
Buatlah algoritma untuk menghitung luas persegi panjang dengan ketiga notasi algoritma diatas?
Jawab.
1. Notasi Alami
– Dapatkan nilai panjang
– Dapatkan nilai lebar
– Kalikan nilai panjang dengan nilai lebar dan berikan nilainya kehasil
– Tampilkan nilai hasil
2. Flowchart

4.
5.
6. Pemrograman adalah proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun sebuah program komputer. Kode ini ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman. Tujuan dari pemrograman adalah untuk memuat suatu program yang dapat melakukan suatu perhitungan atau ‘pekerjaan’ sesuai dengan keinginan si pemrogram. Untuk dapat melakukan pemrograman, diperlukan keterampilan dalam algoritma, logika, bahasa pemrograman, dan di banyak kasus, pengetahuan-pengetahuan lain seperti matematika.
Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu set aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.Bahasa pemrogramanKomputer adalah mesin yang dapat melaksanakan seperangkat perintah dasar (instruction set). Komputer hanya dapat diberi perintah yang terdiri dari perintah-perintah dasar tersebut. Perintah-perintah yang lebih rumit (misalnya mengurutkan suatu daftar sesuai abjad) harus diterjemahkan menjadi serangkaian perintah-perintah dasar yang dapat dimengerti komputer (perintah-perintah yang termasuk dalam instruction set komputer tersebut) yang pada akhirnya dapat mennyelesaikan tugas yang diinginkan, meskipun dijalankan dengan beberapa operasi dasar, bukan satu operasi rumit.Bahasa Pemrograman merupakan notasi yang dipergunakan untuk mendeskripsikan proses komputasi dalam format yang dapat dibaca oleh komputer dan manusia. Proses komputasi umumnya didefinisikan secara formal menggunakan konsep matematika dari Mesin Turing. Pada dasarnya bahasa Pemrograman dirancang untuk memfasilitasi komunikasi antara manusia dengan komputerSebuah bahasa pemrograman disebut Turing Complete jika dapat dipergunakan untuk mendeskripsikan semua komputasi yang dapat dilakukan Mesin Turing, yaitu memiliki variable integer dan operator aritmatik, pernyataan penugasan, pernyataan sekuensial, pernyataan seleksi, dan pernyataan iterasi
8. Algoritma sebagai kumpulan langkah-langkah dikatakan sebagai algoritma yang baik jika memiliki kriteria sebagai berikut:
1. setiap langkah yang ada pada algritma harus definite (jelas dan pasti). Sebagai contoh jika n mod 2 = 1 maka n adalah bilangan ganjil. Ini adalah sebuah pernyataan yang jelas dan pasti. Berbeda dengan pernyataan ganjil ?. Pernyataan yang kedua adalah pernyataan yang tidak jelas karena tidak didefinisikan apakah yang ganjil.

2. algoritma atau program minimal memiliki sebuah output. Program atau algoritma yang tidak memiliki output tidak akan dapat diketahui hasil dari penyelesaian masalah.

3. Harus ada stoping criteria yaitu kondisi yang membuat program tersebut berhenti. Jika program tidak memiliki stoping criteria maka program tidak dapat berhenti yang dapat mengakibatkan komputer hang.

tugas akhir

A. Latar Belakang
Pencak silat itu memiliki nilai budaya dan historis yang sangat tinggi dan berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan bangsa ini. Selain dari pada itu juga pencak silat merupakan cerminan adaptasi masyarakat Indonesia terhadap lingkungannya, maka dari itu gerakan pencak silat menjadi macam – macam dan berbeda – beda di setiap daerah. Pencak silat juga memiliki nilai akulturasi budaya setempat dengan budaya lain terutama berbau religius, misalnya banyak sekali perguruan pencak silat yang memasukan nilai – nilai islam. Pencak silat merupakan bagian dari proses pencarian jati diri bangsa Indonesia dan pencak silat adalah warisan asli budaya Indonesia yang harus dilestarikan.
B. Pemecahan Masalah
Di dalam penyelesaian tugas akhir ini, sebagai generasi penerus bangsa kita melestarikan budaya asli Indonesia ini agar kelak tidak di rampas oleh negara – negara lain. Selain itu, sebagai pelajar kita harus mengenal apa sajakah budaya indonesia ini yang salah satunya adalah Pencak Silat. Dan pencak silat ini adalah sebuah inspirasi yang dikeluarkan dari salah satu kreatifitas dalam tugas akhir pembelajaran seni budaya.
C. Peralatan
a. Media
• Tape
• Kaset Tepak 3 “Perguruan Pencak Silat Gajah Putih”
b. Peralatan
• Seragam Pencak Silat IPSI
• Golok
• Toya
D. Gerak Pencak Silat
1. Sikap awal, kedua tangan dilipat di depan pusar dengan posisi pergelangan tangan kiri digenggam oleh tangan kanan. Pandangan lurus ke depan.
2. Kaki kiri mundur membentuk kuda-kuda lurus dengan titik berat di tengah badan. Bersamaan dengan itu putar tangan kiri di samping kiri badan dengan gerakan melingkar ke atas diikuti dengan pandangan mata, sementara tangan kanan mengikuti putaran tangan kiri dengan gerakan melingkar ke bawah.
3. Tanpa berhenti lanjutkan putaran tersebut, tangan kiri diturunkan ke bawah sementara tangan kanan dengan telapak terbuka menghadap ke atas digerakkan ke depan melalui bagian dalam tangan kiri. Posisi akhir punggung telapak tangan kiri menempel di bawah sikut kanan. Pandangan lurus ke depan.
4. Geser kaki kiri ke depan sampai rapat ke kaki kanan. Tarik tangan kanan sedikit ke belakang dan di depan kening lakukan tepukan punggung telapak tangan kanan yang berada di bawah dengan telapak tangan kiri yang berada di atas.
5. Angkat kaki kanan sambil menggerakkan kedua telapak tangan melalui belakang kepala dan berhenti di depan dada.
6. Langkahkan kaki kanan lurus ke depan membentuk kuda-kuda lurus dengan titik berat disimpan di kaki depan, lakukan dorongan dengan kedua telapak tangan ke depan
7. Gerakkan tangan kanan ke bawah sikut kiri diikuti pandangan mata.
8. Lakukan tangkapan dengan tangan kanan yang dilanjutkan dengan tarikan ke pinggang kanan, sementara telapak tangan kiri melakukan gerak mematahkan ke arah kanan dan berhenti di depan rusuk kanan.
9. Luruskan kedua tangan ke depan agak menyerong ke atas dengan posisi telapak tangan menghadap ke bawah.
10. Tarik kedua tangan sambil dikepal dengan punggung kepalan berada di bawah, bersamaan dengan itu lakukan dengkulan menggunakan lutut kiri. Posisi lutut berada di tengah kedua kepalan tangan.
11. Lakukan lompatan di tempat sambil melakukan tendangan lurus ke depan menggunakan kaki kanan. Posisi tangan kanan lurus ke bawah sambil mengepal, sementara tangan kiri dengan telapak terbuka menyilang di depan dada.
12. Turunkan kaki kanan ke depan arah serong kanan. Tarik kepalan tangan kanan ke pinggang kanan, sementara tangan kiri dengan telapak terbuka menyilang di depan dada. Pandangan menuju ke arah kiri.
13. Putar badan ke kiri, titik berat dipindahkan ke kaki kiri. Bersamaan dengan itu lakukan tangkisan keluar menggunakan tangan kiri sambil melakukan pukulan lurus ke depan dengan menggunakan tangan kanan.
.
E. Angaran Biaya

 Kaset Tepak 3 : Rp. 15.000,00

Istilah-istilah Hubungan Internasional dan Organisasi Internasional

1. Acceptance : Kesepakatan atas naskah awal hasil perumusan perundingan.
2. Accord : Persetujuan antara pihak bersengketa yang menghendaki tercapainya persetujuan dalam rangka terwujudnya kedamaian bersama.
3. Advisory opinion : Nasehat hukum yang diterima atau tidak diterimanya itu terserah kepada pihak pemohon.
4. Agreement : Suatu perjanjian antara dua negara atau lebih dengan mempunyai akibat hukum seperti traktat, namun dalam agreement lebih bersifat eksekutif atau teknis administratif dan tidak mutlak harus diratifikas
5. Aksesi (Accesion) : Apabila negara yang mengesahkan suatu perjanjian internasional tidak turut menandatangani naskah perjanjian.
6. Aliran hukum kodrat : Suatu aliran (paham) yang mendasarkan sumber hukum internasional pada hukum kodrat (alam).
7. Aliran Positivisme : Suatu aliran (paham) yang mendasarkan pada sumber hukum internasional pada traktat dan adat kebiasaan.
8. Arbitrasi : Salah satu institusi (lembaga) peradilan yang berperan sebagai mediator (perantara) atau wasit (penengah) untuk membantu penyelesaian masalah sengketa yang berlaku dalam sistem hukum nasional maupun internasional.
9. Asas itikad baik : Setiap perjanjian yang dibuat atas dasar itikad baik atau jujur dan tidak ada unsur penipuan
10. Asas pacta sun servada: Setiap perjanjian yang dibuat harus dipatuhi oleh mereka yang membuatnya atau mengikatkan diri.
11. Blokade Damai : Blokade yang dilakukan pada waktu damai, sebagai upaya untuk memaksa negara yang blokade agar memenuhi permintaan negara yang memblokade.
12. Charter : Suatu piagam yang digunakan untuk membentuk badan/lembaga internasional tertentu
13. Common consent : Dasar mengikatnya hukum internasional adalah terletak persetujuan bersama dari negara-negara berdaulat untuk mengikatkan diri pada kaidah-kaidah hukum internasional.
14. Compromis : Suatu perjanjian yang dibuat oleh para pihak yang bersengketa
15. Convenant : Suatu yang bertujuan untuk menjamin terjaminnya terciptanya perdamaian duniameningkatnya kerja sama internasional dan mencegah terjadinya peperangan.
16. Deklarasi(Declaration) : Suatu perjanjian yang bertujuan untuk memperjelaskan dan menyatakan adanya hukum yang berlaku atau menciptakan hukum baru.
17. Denusiasi : Pemberitahuan oleh satu pihak kepada pihak-pihak lain bahwa ia bermaksud menarik diri dari suatu traktat
18. Deportasi : Pengembalian ke negara asal
19. Depositary : Negara tertentu atau organisasi internasional (sekretariat) yang ditunjuk atau disebut secara tegas dalam suatu perjanjian untuk menyimpan naskah pengesahan perjanjian internasional dimaksud.
20. Diplomasi ad hock : Diplomasi khusus.
21. Ekstradisi : Penyerahan seorang tertuduh melakukan tindakan pidana karena melakukan kejahatan dari negara dimana dia melarikan diri atau bersembunyi kepada negara yang berwenang mengadilinya atau negara asalnya.
22. Equity : Keadil
23. Era Globalisasi : Era keterbukaan dunia tanpa dinding pemisah antara satu negara dengan negara lainnya
24. Exchange of Note : Suatu persetujuan antara negara-negara dengan cara pertukaran nota yang dalam praktek digunakan sebagai persetujuan resmi dan masing-masing negara mengakui adanya kewajiban-kewjiban yang mengikat.
25. Fakta (Pact) : Suatu perjanjian yang dibuat oleh beberapa negara secara khusus.
26. Final Act : Suatu dokumen yang mencatat ringkasan hasil konferensi di dalamnya menyebutkan tentang negara-negar peserta, nama-nama utusan yang ikut, dan lain-lain.
27. Full credence : Surat kepercayaan
28. Full power : Surat kuasa
29. Hak Asyilum : Hak Melindungi pelaku politik bangsa asing.
30. Hak Ekstra Teritorial : Hak kebebasan Diplomat terhadap daerah perwakilan.
31. Hak Imunitas : Hak kekebalan hukum yang menyangkut diri pribadi seorang Diplomat serta gedung perwakilannya.
32. Hak Kedutaan aktif : Hak mengangkat perwakilan diplomatik di negara lain.
33. Hak Kedutaan Pasif : Hak menerima perwakilan diplomatik dari negara lain.
34. HakAsyilum : Hak melindungi pelaku politik (suaka politik) bangsa asing
35. Hubungan Bilateral : Hubungan antar dua negara dimanapun berada.
36. Hubungan hukum : Hubungan timbal balik berupa hak-hak dan kewajiban-kewajiban para pihak yang dirumuskan dalam naskah perjanjian tertentu dan dibuat secara bersama-sama.
37. Hubungan Internasional : Suatu hubungan yang dilakukan oleh negara (bangsa) yang satu dengan yang lainnya dengan aktifitas dan tujuan tertentu.
38. Hubungan Multilateral : Hubungan antar beberapa (banyak) negara yang tidak terikat dalam satu kawasan yang sama.
39. Hubungan Regional : Hubungan antar beberapa negara dimanapun berada.
40. Hukum Diplomatik : Hukum Internasional yang mengatur hubungan diplomatik antar negara yang merdeka dan berdaulat penuh.
41. Hukum humaniter : Hukum yang diterapkan dalam konflik senjata.
42. Hukum kodrat : Hukum yang menggunakan akal budinya manusia mampu menemukan susunan aturan- aturan yang mengikat, menciptakan keadilan dan bersifat universal.
43. IMF (internasional monetary funds) : Dana-dana Moneter nternasional
44. Imperatif : Suatu sifat yang bersifat mengikat/ memaksa.
45. Intermunicipal law : Hukum internasional dalam tarap embrio.
46. Intervensi Eksternal : Intervensi terhadap sengketa yang terjadi antar negara satu dengan negara lainnya.
47. Intervensi Intenal : Intervensi terhadap sengketa yang terjadi di dalam negeri suatu negara.
48. Intervensi Puntiv : Intervensi dalam bentuk tindakan membalas tanpa perang akibat kerugian ynag ditimbulkan oleh negara lain.
49. Intervensi subversif : Intervensi yang mengacu pada propaganda atau kegiatan lain oleh suatu negara dengan tujuan memicu terjadinya revolusi atau perang saudara di negara lain.
50. Invasi : Penguasaan wilayah.
51. Jus Intergentium : Ketentuan yang mengatur hubungan (hukum) antar bangsa Romawi dengan bangsa lainnya.
52. Jus ab bellium : Hukum yang mengatur dalam hal bagaimana negara dibenarkan menggunakan kekerasan bersenjata.
53. Jus civil : Hukum yang berlaku untuk warga Romawi sendiri.
54. Jus Gentium : Hukum khusus yang mengadili perkara antara orang asing satu sama lain.
55. Jus inbello : Hukum yang mengatur cara dilakukannya perang, dan perlindungan bagi orang yang menjadi korban perang.
56. Jus intergentes : Hukum bangsa- bangsa.
57. Jus Intergentium : Hukum yang mengatur hubungan antar bangsa.
58. Jus voluntarium : Hukum yang sengaja dibentuk melalui perjanjian- perjanjian antaranegara dan dibentuk karena adat kebiasaan.
59. Kaum Grotians : Dasar hukum internasional selain hukum kodrat juga adat kebiasaan dan traktat.
60. Kaum Naturalis : Hukum kodrat alam merupakan satu-satunya dasar hukum internasional.
61. Ketentuan Umum : Ketentuan yang bersifat umum berupa traktat dan dapat juga bersifat resmi atau tidak resmi.
62. Klasula : Ketentuan khusus yang pasalnya di perluas atau dibatasi.
63. Klausula opsional : Ketentuan tersendiri yang memilih untuk memproses perkaranya melalui mahkamah.
64. Kombatan : Orang yang boleh membunuh dan dapat dibunuh dalam perang.
65. Konsiliasi : Suatu usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan dan menyelesaikan perselisihan itu.
66. Konsultasi : Suatu cara penyelesaian sengketa internasional mengenai keadaan apapun yang dibentuk oleh para pihak untuk mempertemukan dan mencapai persetujuan para piahak yang bersengketa.
67. Konvensi : Suatu perjanjian yang lazim diguakan dalam perjanjian nmultilateral yang ketentuan-ketentuannya berlaku bagi masyarakat internasional secara keseluruhan, walaupun tidak ikut menandatangani perjanjian.
68. Kuasa Usaha Sementara : Pejabat sementara selama kepala perwakilan diplomatik tidak ada di tempat.
69. Kuasa Usaha tetap : Menjabat sebagai kepala perwakilan di negara tertentu.
70. Law making treaties : Suatu perjanjian yang fungsinya bukan hanya membuat pembuatan perjanjian saja, melainkan ketentuan yang dibuatnya itu berlaku pula bagi masyarakat internasional secara keseluruhan yang mengikatkan diri.
71. Lembaga pemrakarsa : Lembaga yang terdiri dari lembaga negara dan lembaga pemerintahan.
72. Mahkamah Internasional : Satu-satunya organ internasional (umum) yang memiliki wewenang untuk menyelesaikan sengketa/ perkara internasional secara yudisial.
73. Media diplomasi : Suatu sarana untuk melakukan hubungan internasional-luar negeri berupa penyelenggara diplomasi dengan bangsa-negara lain.
74. Media negosiasi : Perundingan resmi dengan bangsa-bangsa lain mengenai suatu objek atau kepentingan masing-masing lazimnya dilanjutkan samapi ke tingkat perjanjian bersama.
75. Media organisasi : Organisasi yang digunakan untuk melakukan hubungan internasional berupa organisasi regional maupun organisasi multilateral.
76. Mediasi : Cara perundingan yang berbeda dengan jasa baik, karena pihak ketiga dalam mediasi terdapat intervensi yag lebih nyata.
77. Modus Vivendi : Suatu dokumen untuk mencatat hasil-hasil persetujuan internasional yang bersifat sementara sebelum dibentuk dalam ketentuan-ketentuan yang bersifat yuridis dan sistematis.
78. NATO(north treaty irganization) :Organisasi Fakta Atlantik Utara
79. Negitiation : Perundingan para pihak atau negara-negara tertentu dan subjek hukum Internasional.
80. Netralitas : Sikap suatu negara yang tidak ikut berperang maupun permusuhan, atau sikap yang tidak memihak terhadap salah satu negara yang sedang berperang.
81. Non- hostess : Negara netral tidak turut berperang dalam salah satu pihak yang berperang.
82. Non Justiciable : Kepentingan vital kemerdekaan, kehormatan, atau hal-hal mengenai yurisdiksi domestic (kedaulatan hokum intern) negara yang bersengketa.
83. Non politis : Perjanjian yang tidak begitu penting dan memerlukan penyelesaian secara cepat.
84. Organisasi Internasiona l: Setiap organisasi yang di dalamnya terdiri dari banyak negara anggota, struktur organisasi, dasar hukum dan tujuan tertentu.
85. Organisasi Pembebasan : Kegiatan dengan ciri khas untuk mengadakan pembaharuan, pendobrakan sistem (keadaan) yang telah ada, atau ada pihak yang bersengketa.
86. Pacta Sun Sevada : Dasar mengikatnya hukum internasional yang terletak pada asas Pacta Sun Servada yaitu setiap perjanjian harus dipatuhi oleh pembuatnya.
87. Penjajakan : Langkah awal yang dilakukan oleh masing-masing pihak yang mau mengadakan perjanjian internasional mengenai kemungkinan dibuatnya perjanjian tertentu.
88. Persona non Grata : Tidak disenangi oleh negara di mana ia bertugas, atau bisa juga karena kehendak negara yang membuka kedutaan besar yang biasanya dengan penarikan.
89. Perwakilan diplomatik : Suatu perwakilan di negara lain dalam rangka melaksanakan politik luar negeri dan menyelenggarakan hubungan luar negeri, baik perwakilan diplomatik maupun perwakilan konsuler yang melibatkan menteri luar negeri.
90. Piagam (statute) : Himpunan peraturan yang ditetapkan sebagai persetujuan internasional, baik mengenai lapangan kerja lembaga-lembaga internasional maupun mengenai anggaran dasar suatu lembaga.
91. Pious Fund Case : Kasus dana yang mestinya ditepati.
92. Prosedur consensus : Suatu langkah atau tahap penyelesaian sengketa antar para pihak untuk mencapai suatu kesepakatan bersama.
93. Prosedur sederhana : Pengesahan yang dilakukan melalui pemberitahuan tertulis diantara para pihak atau didisposisikan kepada negara/ pihak penyimpan perjanjian.
94. Proses Verbal : Berisi berita acara dalam bentuk catatan-catatan ringkas atau kesimpulan konferensi diplomatik yang berkembang.
95. Protokol : Persetujuan yang kurang formal jika dibandingkan dengan traktat/ konvensi, karena protokol hanya mengatur tentang masalah-maslah tambahan.
96. Ratification :Tahap yang menentukan sahnya perjanjian-perjanjian internasional yang bersifat politis.
97. Rebus sic stantibus : Terjadi perubahan yang fundimental dalam kenyataan-kenyataan yang ada pada waktu traktat itu diadakan.
98. Reprisal : Tindakan permusuhan yang dilakukan oleh suatu negara terhadap negara lain, sebagai upaya perlawanan untuk memaksa supaya menghentikan tindakan ilegal (tidak sah secara hukum).
99. Reservation : Pernyataan sepihak suatu negara untuk tidak menerima berlakuya tertentu pada perjanjian Internasional, dalam rumusan yang dibuat ketika menandatangani, menerima, menyetujui, atau mengesahkan suatu Perjanjian Internasional yang bersifat multilateral.
100. Resevasi : Membebaskan diri dari yudisdiksi wajib Mahkamah dalam menyelesaikan beberapa sengketa.
101. Resiprositas : Keinginan negara-negara untuk memberlakukan yurisdiksi wajib.
102. Retorsi : Tindakan pembalasan terhadap negara lain yang telah melakukan perbuatan tidak baik atau tidak adil.
103. Selektif : Menyikapi dan mendukung kerjasama-perjanjian internasional memprioritasikan serta yang menguntungkan pihak satu tetapi merugikan terhadap pihak lain
104. Self Limitation : Dasar mengikatnya hukum internasional yang terletak pada masing-masing kehendak negara berdaulat yang bersangkutan
105. Sengketa Internasional : Suatu pertentangan atau perselisihan antara subyek hukum internasional dengan yang lainnya mengenai objek atau kepentingan tertentu
106. Signature : Penandatanganan naskah perjanjian yang dilakukan oleh Pejabat negara
107. Suaka diplomataik : Pemberian suaka terhadap seseorang yang memasuki lingkungannya.
108. Suaka ekstrateritorial : Suaka yang diberikan oleh suatu negara di luar. wilayahnya, tetapi diakui sebagai wilayah negara pemberian suaka
109. Suaka teritorial : Suaka yang diberikan oleh suatu negara di wilayahnya
110. Surat tauliah : Surat penetapan gelar dan wilayah kerja konsul
111. Tahta Suci (Vatican) : Kekuasaan yang selain mempunyai kekuasaan sebagai Kepala Gereja Roma juga memiliki kekuasaan negara
112. Teknik administratif : Bersifat penjabaran dari perjanjian induk
113. Treaty (traktat) : Suatu perjanjian antara dua negara atau lebih untuk mencapai hubungan hukum mengenai objek hukum yang sama, masing-masing pihak mempunyai hak dan kewajiban yang mengikat
114. Treaty contract : Suatu perjanjian oleh pihak/ negara tertentu saja yang fungsinya hanya mengikat hak dan kewajiban bagi pihak yang mengadakan perjanjian saja
115. Urgen : Penting
116. Wanprestasi : Pelanggaran perjanjian
117. Wanprestasi : Ingkar janji atau pelanggaran perjanjian

Artikel Tentang Bahasa Pemrograman Web

Jika anda suka sekali dalam pembuatan web, maka anda tidak akan terlepas dari apa yang namanya bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman merupakan suatu teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer.
Berikut adalah penjelasan tentang bahasa pemrograman apa saja yang biasa digunakan untuk membuat suatu website :

1. Bahasa Pemrograman HTML
HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet.
HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C).
HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan.
Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet Explorer.

2. Bahasa Pemrograman PHP
PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini.
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.
PHP banyak dipakai untuk membuat situs web yang dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain.
PHP biasanya berjalan pada sistem operasi linux (PHP juga bisa dijalankan dengan hosting windows).

3. Bahasa Pemrograman ASP
ASP adalah singkatan dari Active Server Pages yang merupakan salah satu bahasa pemograman web untuk menciptakan halaman web yang dinamis.
ASP merupakan salah satu produk teknologi yang disediakan oleh Microsoft.
ASP bekerja pada web server dan merupakan server side scripting.

4. Bahasa Pemrograman XML
Extensible Markup Language (XML) adalah bahasa markup serbaguna yang direkomendasikan W3C untuk mendeskripsikan berbagai macam data.
XML menggunakan markup tags seperti halnya HTML namun penggunaannya tidak terbatas pada tampilan halaman web saja.
XML merupakan suatu metode dalam membuat penanda/markup pada sebuah dokumen.

5. Bahasa Pemrograman WML
WML adalah kepanjangan dari Wireless Markup Language, yaitu bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi berbasis XML (eXtensible Markup Langauge).
WML ini adalah bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi wireless.
WML merupakan analogi dari HTML yang berjalan pada protocol nirkabel.

6. Bahasa Pemrograman PERL
Perl adalah bahasa pemrograman untuk mesin dengan sistem operasi Unix (SunOS, Linux, BSD, HP-UX), juga tersedia untuk sistem operasi seperti DOS, Windows, PowerPC, BeOS, VMS, EBCDIC, dan PocketPC.
PERL merupakan bahasa pemograman yang mirip bahasa pemograman C.

7. Bahasa Pemrograman CFM
Cfm dibuat menggunakan tag ColdFusion dengan software Adobe ColdFusion / BlueDragon / Coldfusion Studio.
Syntax coldfusion berbasis html.

8. Bahasa Pemrograman Javascript
Javascript adalah bahasa scripting yang handal yang berjalan pada sisi client.
JavaScript merupakan sebuah bahasa scripting yang dikembangkan oleh Netscape.
Untuk menjalankan script yang ditulis dengan JavaScript kita membutuhkan JavaScript-enabled browser yaitu browser yang mampu menjalankan JavaScript.

9. Bahasa Pemrograman CSS
Cascading Style Sheets (CSS) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup.
Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML.
Walaupun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk SVG dan XUL.
Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C)

wayang gareng

GARENG …………….. anak Gandarwa (sebangsa jin) yang diambil anak angkat pertama oleh Semar. Nama lain gareng adalah : Pancalpamor ( artinya menolak godaan duniawi ) Pegatwaja ( artinya gigi sebagai perlambang bahwa Gareng tidak suka makan makanan yang enak-enak yang memboroskan dan mengundang penyakit. Nala Gareng (artinya hati yang kering, kering dari kemakmuran, sehingga ia senantiasa berbuat baik).
Gareng adalah punakawan kedua setelah Semar. ciri fisik Gareng :

1. Mata juling……………. artinya tidak mau melihat hal-hal yang mengundang kejahatan/ tidak baik.
2. Tangan ceko (melengkung) ………………. artinya tidak mau mengambil/ merampas hak orang lain.
3. Sikil gejik (seperti pincang) ………………. artinya selalu penuh kewaspadaan dalam segala perilaku.

Gareng senang bercanda, setia kepada tuannya, dan gemar menolong. Dalam pengembaraannya pernah menjadi raja bernama Prabu Pandu Bergola di kerajaan Parang Gumiwang. Ia sakti mandraguna, semua raja ditaklukkannya. Tetapi ia ingin mencoba kerajaan Amarta ( tempat ia mengabdi ketika menjadi punakawan).Semua satria pandawapun dikalahkannya. Sementara itu Semar, Petruk dan Bagong sangat kebingungan karena kepergian Gareng.
Untunglah Pandawa mempunyai penasehat yang ulung, yaitu Prabu Kresna. Ia menyarankan kepada Semar, jika ia ingin bertemu dengan Gareng relakanlah Petruk untuk untuk menghadapi Pandu Bergola. Semar tanggap dengan ucapan Krena, sedangkan hati Petruk menjadi ciut nyalinya. Petruk berfikir Semua raja juga termasuk Pandawa saja dikalahkan Pandu Bergola, apa jadinya kalau dia yang menghadapinya. Melihat kegamangan Petruk, Semar mendekat dan membisikkan sesuatu kepadanya. Setelah itu petruk menjadi semangat dan girang, kemudian ia berangkat menghadapi Pandu Bergola.
Saat Pandu Bergola sudah berhadapan dengan Petruk, ia selalu membelakangi ( tidak mau bertatap muka), jika terpaksa bertatap muka ia selalu menunduk. Tetapi Petruk senantiasa mendesak untuk bertanding. Akhirnya terjadilah perang tanding yang sangat ramai, penuh kelucuan dan juga kesaktian. Saat pergumulan terjadi Pandu Bergola berubah wujud menjadi Gareng. Tetapi Petruk belum menyadarinya. Pergumulan terus berlanjut …….. sampai pada akhirnya Semar memisahkan keduanya. Begitu tahu wujud asli Pandu Bergola …… Petruk memeluk erat-erat kakaknya (Gareng) dengan penuh girang. semua keluarga Pandawa ikut bersuka cita karena abdinya telah kembali.
Gareng ditanya oleh Kresna, mengapa melakukan seperti itu. ia menjawab bahwa dia ingin mengingatkan tuan-tuannya (Pandawa), jangan lupa karena sudah makmur sehingga kurang/ hilang kehati-hatian serta kewaspadaannya. Bagaimana jadinya kalau negara diserang musuh dengan tiba-tiba? negara akan hancur dan rakyat menderita. Maka sebelum semua itu terjadi Gareng mengingatkan pada rajanya. Pandawa merasa gembira dan beruntung punya abdi seperti Gareng.
Makna yang terkandung dalam kisah Gareng adalah :

1. Jangan menilai seseorang dari wujud fisiknya. Budi itu terletak di hati, watak tidak tampak pada wujud fisik tetapi pada tingkah dan perilaku. Belum tentu fisiknya cacat hatinya jahat.
2. Manusia wajib saling mengingatkan.
3. Jangan suka merampas hak orang lain.
4. Cintailah saudaramu dengan setulus hati.
5. Kalau bertindah harus dengan penuh perhitungan dan hati-hati.

Lanjutnya baca makna pendidikan dan budi pekerti yang terkandung dalam :
Wayang …….. Petruk dan makna filosofinya

tugass kku

LISTENING

Dalam menyelesaikan soal listening ada beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satunya memahami petunjuk pengerjaan soal yang biasanya selain diperdengarkan petunjuk tersebut tercetak di lembar soal. Macam-macam contoh petunjuk pengerjaan yang biasanya ada adalah sebagai berikut:

PART I (Question – Response)
Question 1- 5
Directions :
In this part of the test, you will hear a dialogue or a question spoken in English, followed by five responses, also spoken in English. The dialogue or questions and the responses will be spoken just one time. They will not be printed in your test book, so you must listen carefully to understand what the speakers say. You have to choose the best response to each dialogue or question.

Pada bagian ini, kamu akan mendengar sebuah dialog atau pertanyaan dalam Bahasa Inggris yang diikuti 5 respon yang juga dalam Bahasa Inggris. Dialog/pertanyaan dan respon tersebut hanya akan diperdengarkan satu kali dan semua itu tidak tercetak dilembar soal jadi kamu harus mendengarkan baik-baik untuk memahaminya. Kamu harus memilih respon terbaik untuk setiap dialog/pertanyaan. Pilihan tersebut tercetak di lembar soal.
Contoh
1. Menentukan respon yang tepat atas satu pernyataan lisan
Voice : I’m very tired
Lembar soal : a. You like your job
b. You’ll be promoted
c. You must work hard
d. You have a lot to do
e. You should take a rest
2. Memilih jawaban yang tepat atas satu pertanyaan lisan
Voice : Can you come to see me tomorrow?
Lembar soal : a. Can
b. It is
c. I can
d. Yes, I can
e. I can come

PART II (Short Conversation)
Question 6 – 10
Directions :
In this part of the test you will hear three conversations. After you hear a conversation and the question about it, read the five possible answers and decide which one would be the best answer to the question you have heard.

Pada bagian test ini kamu akan mendengar 3 (bisa lebih/kurang) percakapan. Setelah mendengar sebuah percakapan dan pertanyaan tentang percakapan tersebut, baca 5 kemungkinan jawaban (tercetak di lembar soal) dan tentukan yang mana yang merupakan jawaban yang paling tepat atas pertanyaan yang kamu dengar.
Contoh :
(Voice) Woman : May I have this prescription filled here?
I have a terrible headache.
Man : Yes, but you’ll have a 15-minute wait.
(Narrator) Where did this conversation most probably take place?
Lembar soal : in a…
a. mall
b. shop
c. hospital
d. pharmacy
e. supermarket

PART III (Short Talk)
Question 11 – 15
Directions :
In this part of the test, you will hear three short texts. After you hear a text and the question about it, read the five possible answers and decide which one would be the best answer to the question you have heard.

Pada bagian tes ini, kamu akan mendengar 3 teks pendek (bisa kurang/lebih). Setelah mendengar satu teks dan pertanyaan tentang teks tersebut, baca 5 kemungkinan jawaban (tersetak) dan putuskan mana yang merupakan jawaban yang paling tepat atas pertanyaan yang kamu dengar.
Contoh :
Voice : diperdengarkan sebuah teks berjudul “EGYPT”
Narrator : What is the text about?
Lembar soal :
a. Egypt
b. The river Nil
c. The seasons in Egypt
d. The climate in Egypt
e. Cairo, the capital of Egypt

PART IV (Picture)
Question 16 – 20
Directions :
For each question, you will see a picture in your test book and you will hear a question followed by five statemnents. The questions and the statements will be spoken just one time. They will not be printed in your test book, so you must listen carefully to understand what the speaker says. When you hear the questions and five statements, look at the picture in your test book and choose the statement that best describes what you see in the picture. Then, on your answer sheet, find the number of the question and mark your answer.

Untuk setiap pertanyaan, kamu akan melihat sebuah gambar di lembar soal dan kamu akan mendengar pertanyaan diikuti dengan 5 pernyataan. Pertanyaan dan pernyataan tersebut akan diucapkan satu kali dan semua itu tidak tercetak di lembar soal jadi kamu harus mendengarkan baik-baik untuk memahaminya. Ketika kamu mendengarkan 5 pernyataan, lihat ke gambar di lembar soal kamu dan pilih pernyataan terbaik yang menggambarkan apa yang kamu lihat di gambar.
Contoh
Voice : a. The window is open
b. There is a book near the vase
c. The vase is on the chest drawer
d. The cat is sleeping on the armchair
e. There is a picture on the wall near the
window
Lembar soal : sebuah gambar

READING

A. Dibawah ini adalah macam-macam bentuk pertanyaan yang biasa ada dalam soal Reading:
1. Menemukan gambaran umum/topic isi bacaan/teks.
Contoh pertanyaan : Which of the following is the most suitable title…?
What is the suitable topic of the passage?
The text mainly tells us about____.
2. Menemukan informasi tertentu/khusus dari bacaan.
Contoh pertanyaan : When did she make her first solo flight? In…
3. Menemukan informasi rinci yang tersurat dari bacaan teks/dialog.
Contoh : Which of the following requirements is not mentioned in the passage.
“They may be classefied in several different ways…”
The underlined
Word refers to ….
4. Menemukan informasi rinci yang tersirat dari bacaan teks/dialog.
Contoh : Which statement is NOT TRUE according to the text
The following are TRUE about Maria EXCEPT…
5. Menentukan main idea yang tersurat/tersirat dari suatu paragrap.
Contoh : What is the main idea of the passage?
The fourth paragraph tells us ____.
6. Menentukan makna kata, frasa dan kalimat berdasarkan konteks.
Contoh : “Brownie is Chinese breed, it is small, fluffy. And cute.”
The underlined word mean ____
7. Menentukan type text yang digunakan penulis.
Contoh : What type text is used by the writer?
The text above is in the form of _____.
8. Menentukan communicative purpose/tujuan kominikativ sebuah teks
Contoh : The communicative putpose of the text above is ___.
The purpose of the text is _____.
9. Menyusun kalimat dengan baik.
Contoh : The best order of the sentences above is …
The best arrangement of the sentences to make a good paragraph is …

B. Apa yang dimaksud dengan:
1. TEXT adalah segala bentuk tulisan yang ada pada sebuah buku, artikel dll yang mempunyai makna. Non-continuous text misalnya brosur, label, grafik, tabel, map, diagram dsb. Continuous text misalnya narrative, descriptive,exposition, spoof dsb.
2. PARAGRAPH adalah bagian dari sebuah tulisan/teks dan mungkin saja terdiri dari sebuah kalimat atau sekumpulan kalimat yang merupakan pengembangan dari pokok pikiran/main topic/main idea.
3. Kalimat yang menggambarkan main idea/pokok pikiran dari sebuah paragraph disebit TOPIC SENTENCE.
4. Topic sentence biasanya ada pada awal/akhir/kadang di tengah sebuah paragrap.
5. Gambaran umum tentang isi bacaan bisa merupakan MAIN TOPIC atau MAIN IDEA.
6. TOPIC dari sebuah paragrap/teks adalah subjek dari tulisan, sedangkan MAIN IDEA adalah keterangan, penjelasan, uraian topic atau merupakan pendapat penulis tentang topic tulisannya.
7. Oleh karena itu pertanyaan tentang topic dari sebuah paragraph/text bisa tentang inti isi tulisan yang juga bisa merupakan judul.
8. Jika pertanyaan menanyakan ‘TOPIC’ maka jawaban ditulis dalam satu kata atau bentuk frasa, tetapi jika pertanyaan menanyakan tentang ‘MAIN IDEA’ maka jawaban ditulis dalam kalimat lengkap.
9. Yang dimaksud dengan ‘informasi tertentu/specific information’ adalah informasi yang tertera jelas dalam text, biasanya tentang nama, tempat, tanggal, tahun, dsb.
10. Yang dimaksud dengan ‘informasi tersirat’ adalah informasi yang tidak tertera jelas dalam text. Untuk dapat menjawab pertanyaan spt ini dibutuhkan keterampilan ‘reading between the lines’.
11. Frasa adalah rangkaian kata yang mempunyai makna.

B. JENIS-JENIS TEXT: CIRI & CONTOH
1. Narrative (naratif, dongeng)
a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose)
Menghibur pendengar/pembaca (To entertain reader/listener). Teks bertalian dengan pengalaman nyata, khayal/ peristiwa pelik yang mengarah ke suatu krisis, yang pada akhirnya menemukan penyelesaian.
b. Struktur Teks (Text Structure)
 Orientation (pengenalan tokoh, waktu, dan tempat)
 Complication (pengembangan konflok)
 Resolution (penyelesaian konflik)
c. Ciri kebahasaan menggunakan:
 Nouns (kata benda) tertentu sebagai kata ganti orang, hewan dan benda tertentu dalam cerita misalnya stepsister (saudara tiri), housework (pekerjaan rumah tangga), dsb.
 Adjectives (kata sifat) yang membentuk noun phrase, misalnya long white hair, two red apple, dsb.
 Time connectives dan conjunction untuk mengurutkan kejadian-kejadian, misalnya the next morning, then, before, that, soon, dsb.
 Adverbs untuk menunjukan lokasi kejadian/peristiwa, misalnya here, happily ever after, dsb.
 Action verbs dalam past tense seperti stayed, climed, saw dsb.
 Saying verbs yang menandai ucapan seperti said, told, promised, dan thinking verbs yang menandai pikiran, persepsi atau perasaan tokoh dalam cerita, misalnya thought, understood, felt, dsb.
d. Contoh teks narrative

Orientation

Complication 1

Resolution 1

Complication 2

Resolution 2 Snow White
Once upon a time, there lived a little girl named Snow White. She lived with her uncle and Aunt because her parents were dead.
One day, she heard her Uncle and Aunt talking about leaving her in the castle because they both wanted to go to America and they didn’t have enough money to take her.
Snow White didn’t want her Uncle and Aunt to do this so she decides it would be best if she ran away. The next morning she ran away from home when her Aunt and Uncle were having breackfast. She ran away into the woods.
Then, she saw this little cottage. She knocked but no one answered so she went inside and fell sleep.
Meanwhile, the seven dwarfs were coming home from work. They went inside. There they found Snow White sleeping. Then, she woke up. She saw the dwarfs. The dwarf said, “What is your name?” She said, “My name is Snow White.”
Doc, one of the dwarfs, said, “If you wish, you may live here with us. She said, “Oh could I? Thank you.” Then she told the dwarfs the whole story, and she and the seven dwarfs lived happily ever after.

2. News Item (Berita)
a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose)
Memberitakan kepada pembaca, pendengar/penonton tentang peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang dipandang penting atau layak diberitakan.
b. Struktur Teks (Text Structure)
 Kejadian inti
 Latar belakang: elaborasi kejadian, orang yang terlibat, tempat kejadian, dsb.
 Sumber informasi: komentar saksi kejadian, pendapat para ahli, dsb.
c. Ciri kebahasaan menggunakan:
 Informasi singkat tertuang dalam headline menggunakan action verbs, saying verbs, misal say, tell, dsb. Menggunakan kata keterangan, misalnya badly injured, the most beautiful bride in the worl, dsb.
d. Contoh teks News Item

Kejadian inti

Latar belakang:
Elaborasi

Sumber Informasi Town Contaminated
Moscow- A Russian journalist has uncovered evidence of another soviet nuclesr catastrophe, which killed 10 sailors and contaminated an entire town.
Yelena Vazrshaskya is the first journalist to speak to people who witnessed the explosion of a nuclear submarine at the naval base of shkotova-22 near Vladivostock.
The accident, which occurred 13 months before the Chernobly disaster, spread radioactive fall-out over the base and nearby town, but was covered up by officials of the Soviet Union. Residents war told the explosion in the reactor of the Victor-class submarine during a refit had been a ‘thermal’ and not a nuclear explosion. And those involved in the clean up operation to remove more than 600 tones of contaminated material were sworn to secrery.
A board of investigation was later to describe it as the worst accident in the history of the Soviet Navy.

3. Procedure (prosedur)
a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose)
Memberi petunjuk tentang cara melakukan sesuatu melalui serangkaian tindakan/langkah.
b. Struktur Teks (Text Structure)
 Tujuan Kegiatan
 Bahan-bahan
 Langkah-langkah
c. Ciri kebahasaan menggunakan:
 Pola kalimat imperative, misalnya Cut, Don’t mix, dsb.
 Action verbs, misalnya turn, put, don’t mix, dsb.
 Connectives untuk mengurutkan kegiatan, misalnya then, while, dsb.
 Adverbials untuk menyatakan rinci waktu, tempat, cara yang akurat, misalnya for five minutes, 2 centimeters from the top, dsb.
d. Contoh teks Procedure

Tujuan

Bahan

Langkah-langkah How to Make a Cheese Omelet

Ingredients
1 egg, 50 g cheese. 1 cup milk, 3 table spoons cooking oil, a pinch of salt and pepper
Utensils
Frying pan, fork, spatula, cheese grater, bowl, plate
Method
1. Crack an egg into a bowl.
2. Whisk the egg with a fork until it is smooth.
3. Add milk and whisk well.
4. Grate the cheese into the bowl and stir.
5. Heat the oil in a frying pan.
6. Pour the mixture into the frying pan
7. Turn the omelet with a spatula when it browns
8. Cook both sides
9. Place on a plate; season with salt and pepper.
10. Eat while warm.

4. Report (Laporan Hasil Pengamatan)
Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose)
Menyampaikan informasi tentang sesuatu apa adanya, sebagai hasil pengamatan sistematis atau analisis. Sesuatu yang dapat dideskripsikan dapat meliputi gejala alam, lingkungan benda buatan manusia, atau gejala-gejala sosial. Deskripsi sebuah teks report dapat berupa simpulan umum, misalnya ikan paus termasuk binatang mamalia karena ikan tersebut melahirkan anaknya. Untuk membuat laporan semacam ini, siswa perlu mengamati dan membandingkan ikan paus dengan binatang lainnya yang memiliki ciri-ciri yang sama. Siswa dapat mencoba membuat teks laporan tentang, misalnya rumah sangat sederhana, warung tegal, sekolah, rumah sakit, dsb.
a. Struktur Teks (Text Structure)
 Pernyataan umum yang menerangkan subjek laporan, keterangan dan klasifikasinyaTujuan Kegiatan
 Deskripsi
b. Ciri kebahasaan menggunakan:
 General nouns, seperti Reptil in Comodo Island, dsb.
 Relating verbs untuk menjelaskan ciri, misalnya reptile are scaly animal (ciri ini berlaku untuk semua reptilia),dsb.
 Section verbs dalam menjelaskan perilaku, misal lizards cannot fly, dsb.
 Present tense untuk menyatakan suatu yang umum, misalnya komodo dragon usually weigh more than 160 kg, dsb.
 Istilah tekhnis, misalnya water contains oxygent and hydrogen, dsb.
 Paragraf dengan topic sentences untuk menyusun sejumlah Informasi.
c. Contoh teks Report

Pernyataan tentang subjek laporan

Deskripsi

The Pelican Report

The white pelican is one of the most succesful fish eating birds.

The success is largely due to its command hunting behavior. A group, perhaps two dozen birds, will gather in a curved src some distance off shore. The bird then begin to move forward towards the shore, beating the water furiously with their wings, driving the fish before them
When the water is shallow enough for the bird to reach the fish, the formaion breaks up as each dips its bill into the water to scoops up its meal. As the bird lifts its head, the water drains from its bill leaving the fish which are then swallowed Pelicans are among the oldest group of birds. Fossils of this genus have been found dating back 40 million years.

5. Descriptive
a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose)
Mendeskripsikan (menggambarkan) ciri-ciri seseorang, benda atau tempat tertentu.
b. Struktur Teks (Text Structure)
 Pengenalan subjek
 Ciri-ciri subjek, misalnya tampilan fisik, kualitas, prilaku umum, sifat-sifat.
c. Ciri kebahasaan menggunakan:
 Nouns tertentu misalnya teacher, house, my cat, dsb.
 Simple present tense
 Detiled noun phrase untuk memberikan informasi tentang subjek, misalnya It was a large open rowboat, a sweet young lady, dsb.
 Adjectives, yang bersifat describing, numbering classifying, misalnya, two strong legs, sharp white fang, dsb.
 Relating verbs untuk memberikan informasi tentang subjek, misalnya, My mum is realy cool, It has very tick fur, dsb.
 Thinking verbs dan feeling verbs untuk mengungkapkan pandangan pribadi penulis tentang subjek, misalnya Police belive the suspect is armed, I think it is the clever animal, dsb.
 Action verbs, misalnya Our new puppy bites our shoes, dsb.
 Adverbials untuk memberikan informasi tambahan tentang perilaku tersebut, misal fast at the tree house,dsb.
 Bahasa figurative, seperti simile, metafor. Misalnya John is white as chalk, sat tigh, dsb.
d. Contoh Teks Descriptive

Subjek

Deskripsi

MacQuarie University

MacQuarie is one of the largest unuversities in Australia. This year, in 2004, it celebrates its 40th anniversary.
The university is located at the North Ride Greenbelt, Sydney, where the New South Wales government sets aside 135 hectars for the institution. In 1964, MacQuarie area was a rural retreat on the city fringe, but today the campus and its surrondings have evolved beyond recognition.The white pelican is one of the most succesful fish eating birds. North Ride District has growen into a district of intensive occupatian anchored by a vibrant and growing university.
One of the highlights of the landsape is the Mars Creek zone. It comprises landscaped creek sides and valley floor, a gress amphitheatre,andartificial lake surounded by rock and pebbels, native plants and eucalypts.

6. Anecdote (cerita lucu)
a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose)
Menceritakan kejadian/peristiwa lucu berdasarkan khayalan atau peristiwa nyata yang bertujuan menghibur.
b. Struktur Teks (Text Structure)
 Abstrak
 Pengenalan
 Krisis
 Tindakan
 Koda (prubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita)
c. Ciri kebahasaan menggunakan:
 Seruan/kata seru, pertanyaan retorik dan kata-kata seperti Listen to this! And do you know what? It’s awful, isn’t it? dsb
 Action verbs, misalnya go, write, dsb.
 Conjuctions yang berhubungan dengan waktu, seperti then, afterwards, dsb.

d. Contoh Teks Anecdote

Abstract

Orientation

Crisis

Reaction/ tindakan

Coda/ koda Soon after Dave left college, one of his uncles, who was rich died and left Dave a lot of money.

So he decided to set up his own real estate agency.

He had only been there for a few hours when he heard some onr coming towards the door of hos offoce.

“It’s my first customer!” he thought. He quickly p[icked up the telephone and pretended to be very busy answering an important call from someone in New York who wanted to buy a big and expensive house in the country.

The man knocked at the door while this was going on, came in and waited politely for the agent to finish his conversation. Then he said to me, “I’m from the telephone company, and I was sent here to connect your telephone.”

7. Analytical Exposition (eksposisi analitia)
a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose)
Memaparkan dan mempengaruhi audience (pendengar/pembaca) bahwa ada masalah yang tentunya perlu mendapat perhatian.
b. Struktur Teks (Text Structure)
 Pernyataan pendapat/ Thesis statement (tujuan memperkenalkan topik)
 Argumen terdiri dari point yang dikemukakan dan elaborasi
 Penguatan pernyataan/conclusion
c. Ciri kebahasaan menggunakan:
 General nouns, misal car, pollution, leaded petrol car, dsb.
 Abstrac nouns, misalnya policy, government , dsb.
 Relating verbs, misalnya It is important, dsb.
 Action verbs misalnya, She must save, dsb.
 Thinking verbs, misalnya Many people believe, dsb.
 Modal verbs, misalnya We must preserve, dsb.
 Modal adverbs, misalnya certainly, dsb.
 Connectives, misalnya firstly, secondly, dsb.
 Bahas evaluatif, misalnya important, valuable, dsb.
 Kalimat pasif (passive voice)
d. Contoh Teks Analytical Exposition

Pernyataan pendapat

Argumentasi

Penguatan pernyataan (conclusion) Air pollution is one of the harmful substances that causes demage to the environment, human healt, and quality of life. It makes people sick like having breathing problems and cancer.

Pollutants also come from other sources. For instance, decomposing garbage in landfills and solid waste disposal sites emits methane gas and many product give off VOCs

Unlike pollutants from human activity however, natural pollutanta tend to remain in the atmosphere for a short time and do not lead to permanent atmosphere change.
8. Hortatory Exposition (eksposisi hortatory)
a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose)
Memaparkan dan mempengaruhi audience (pendengar/pembaca) bahwa seharusnya demikian atau tidak demikian .
b. Struktur Teks (Text Structure)
 Pernyataan isu yang dipersoalkan
 Argumen : berupa alasan mengapa ada keprihatinan, dan mengarah ke rekomendasi
 Recomendasi : pernyataan tentang bagaimana seharusnya atau tidak seharusnya
c. Ciri kebahasaan menggunakan:
 Abstrac nouns,misalnya policy,government dsb.
 Technical verbs, misalnya species of animals,dsb.
 Relating verbs, misalnya should be, doesn’t seem to have been , dsb.
 Action verbs, misalnya, we must save, dsb.
 Thinking verbs, misalnya I believe , dsb.
 Modal verbs, misalnya We must preserve, dsb.
 Modal adverbs, misalnya certainly,we, dsb.
 Connectives, misalnya firstly, secondly, dsb.
 Simple present tense
 Bahas evaluatif, misalnya important, valuable, dsb.
 Kalimat pasif (passive voice)
d. Contoh Teks Hortatory Exposition (eksposisi hortatory)

Pernyataan isue yang dipersoalkan

Argumentasi

Rekomendasi

In all discussion over the removal of lead from petrol ( and the atmosphere), there doesn’t seem to have been any mention of the diffence between driving in the city and in the country.

While I realise my leaded petrol car is polluting the air wherever I drive, I feel that when you travel through the country,where you only see another car every five to ten minutes,the problem is not as severe as when traffic is concentrated on city roads.
Those who want to penalise older , leaded petrol vehicles and their owners donn’t seem to appreciate thet in the country there is no public transport to fall back upon and ones own vehicle is the only way to get about.

I feel that country people, who often have to travel huge distances to the nearest town and who already spend a great deal of money on petrol,should be treated differently to the people who live in the city

9. Explanation ( Penjelasan )
a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose)
Menerangkan proses-proses yang terjadi dalam pembentukan atau kegiatan yang terkait dengan fenomena dunia ilmiah, sosial-budaya, atau yang bertujuan menjelaskan.
b. Struktur Teks (Text Structure)
 Penjelasan umum
 Penjelasan proses
 Penutup
c. Ciri kebahasaan menggunakan:
 General dan abstrac nouns , misalnya word chopping, earthquakes;
 Actions verbs;
 Simple present tense;
 Passive voice;
 Conjunctions of time dan cause;
 Nouns phrase, misalnya the large cloud;
 Abstract nouns, misalnya the temperature;.
 Adverbial phrases;
 Complex sentences;
 Bahasa teknis ;
 Kalimat pasif (passive voice)
d. Contoh dan Struktur Teks Explaination

Penjelasan umum

Penjelsan proses

Penutup Making Paper from Woodchips
Woodchipping is a process used to obtain pulp and paper products form forest tree.
The woodchipping process begins when the trees are cut down in a selected area of the forest called a coupe.
Next the tops and and branches of the trees are cut out and then the logs are taken to the mill.
At the mill, the bark of the logs is removed and the logs are taken to a chipper wich cuts them into pieces called woodchips.
The woodchips are then screened to remove dirt and other impurities.at this stage they are either exported in this form or damaged into pulp by chemical and heat
The pulp then bleached and the water content is removed
Finally, the pulp is rolled out to make paper

10. Review ( Ulasan atau tinjauan )
a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose)
Melakukan kritik terhadap peristiwa atau karya seni untuk pembaca atau pendengar, khalayak ramai, misalnya film, pertunjukan, dan buku.
b. Struktur Teks (Text Structure)
 Pengenalan
 Evaluasi 1
 Evaluasi 2
 Tafsiran
 Evaluasi 3
 Evaluasi 4, dan sebagainya.Jika ada
 Rangkuman
c. Ciri kebahasaan :
 Terfokus pada partisipan tertentu
Menggunakan:
 Adjective, menunjukan sikap, seperti bad,good;
 Klausa panjang dan kompleks;
 Metafor.
d. Contoh dan Struktur Teks Review

Pengenalan/
Orientasi

Evaluasi 1

Evaluasi 2

Tafsiran

Rangkuman Harry Pooter and the Order of the Phoenix
I absoluttely love the Harry Potter series,and all of the books will always hold a special place in my heart.

I have to say that off all of the books,however, this was not my favorite.

When the series began it was as much of a “feel good” experience as a huge mug of hot cocoa. The stories were bright, fast-paced, intriguing, and ultimately satisfying.

Order of the Phoenix is a different kind of book. In some instances this works… you feel a whole new level of intensity truly moved by the last page. Other time the book just has slightly a reary, depressing feel. The galloping pace of the other books has slowed to a trot here, and parts of it do seem long, as if we’re reading all about Harry “just hanging out” instead of having his usual adventures. Reading in detail about Herry cleaning up an old house, for example-housekeeping is still housekeeping, magical or not, and I’m not very interest in doing it or reading about other people doing it.

A few other changes in this book-the “real” would come much more in to ply rather than the fantasy universe of the previous book, and Harry has apparently been taken of his meds. I know that he had a lot to be grumpy in this book, especially with being a teenager and all, but the sudden change in his character seemed too drastic. He goes from being a warm-heart, considerated person to someone who will bite his best friend’s heads of over nothing. It just seemed like it didn’t fit his character, like he turned into a walking clich of the “angry teen” overnight.
11. Commentary
a. Tujuan Komunikatif Teks (Communicative Purpose)
Menjelaskan proses yang terjadi pada sebuah fenomena sosial sebagai sebuah penomena natural. Teks mengenai ilmu alam menggunakan genre/bentuk teks explaination dalam penyampaiannya.
b. Struktur Teks (Text Structure)
 Pernyataan umum
 Penjelasan lanjutan
c. Ciri kebahasaan menggunakan:
 General nouns, misalnya evolution, teddy bear, dsb.
 Past tense
 conjunction
d. Contoh Teks Commentary

Pernyataan umum

Where did bears come from? Bear as we know him has bot axisted on this earth for every long period of time, but his predecessor may go back many hundreds of years. Most authorities now believe that the handsome, two legged bear of today evolved from a single celled organism a speck of dust perhaps. Then gradually, through natural selection and survival of the speck, cotton wool balls developed. We do not know exactly when the frist soft furnishing appeared on earth, but they must have been very simple beings.

Penjelasan Lanjutan In the beginning was the Cushion. Not a very ampressive object – simply a lump of padding material held together with some sort of covering – but from this induspicious start developed two reptilian forms that were the direct ancettors of modern bear.

Penjelasan lanjutan One of the first evolutionary step occurred when a mutant, misshaped cushion was created. He must have appeared very strange to his fellow cushions, but he was the first bean bag frog. Filled with bean, rice or other non-toxic substance, he had two eyes and four legs. Bean Bag Frogs, however, were pretty on kind, being incredibly floppy, and in water they tended to sink.

Penjelasan Lanjutan At about the same time as the time as the Bean Bag Frog was emerging, the Cushion was developing along different lines into the draught excluder. At first merely a long thin Cushion, it graduallyeveloped eyes, a forked tongue and an a patternbody, its tendency to lie along the bottom of draughty doors perhaps points to the lack of an efficient body cooling mechanism.

Penjelasan Lanjutan From these rather basic creatures the first Toy Dog developed. Long and thin like a Drought Excluder, and with four leg like a Bean Bag Frog, he still had difficulty in muving about owing to his very short appendages.

Penjelasan lanjutan Movement became easier with invension of wheel. Dog – on – Wheels was a very succesful species for many years but is now thereatened with extincion. A few remain in captivity but they appear to have difficulty in reproducing them selves under these circumstances.

Penjelasan lanjutan When the first soft toy stood up and walked on two legs instead of four, modern bear was born.

12. Discussion (Pembahasan)
a. Tujuan Komunikatif Teks
mengetengahkan suatu masalah (isu) yang ditinjau paling tidak dari 2 (dua) sudut pandang, sebelum sampai pada suatu kesimpulan atau rekomendasi.
b. Struktur Teks
• Isu;
• pendapat yang mendukung;
– Gagasan Pokok 1;
– Elaborasi (uraian),
– Gagasan Pokok 2;
– Elaborasi (uraian).
• Pendapat yang menentang;
– Gagasan Pokok;
– Elaborasi (uraian).
• Kesimpulan.
c. Ciri Kebahasan:
Mengunakan :
 general nouns untuk menyatakan kategori, misalnya uniforms, alcohol dsb.
 relating verbs untuk memberi informasi tentang isu yang didiskusikan, misalnya smoking is harmful, dsb
 thinking verbs untuk mengungkapkan pandangan pribadi penulis, misalnya feel, believe, hope, dsb.
 action verbs, misalnya We must save, dsb
 additives, contrastives dan causal connectives untuk menghubungkan argumen misalnya similatly, on the other hand, however, dsb.
 detailed noun groups untuk memberikan informasi secara padu, misalnya the dumping of unwanted kittens, dsb.
 modalities, seperti perhaps, must, should have been, could be, dsb.
 adverbias of manner, misalnya deliberately. Hopefully, dsb.
d. Contoh dan Struktur Teks

Homework
Isu I have been wondering if homework is necessary

Pendapat yang I think we should have homework because it helps us to learn and revise our work. Homework helps
Mendukung People who aren’t very smart to remember what they have learned. Homework is really good because it helps with our education.

Pendapat yang But, many times, doing homework is not a great idea, I think we shouldn’t heve homework because I
Menentang Like to go out after school to a restaurant or the movies. Sometimes homework is boring and not importany. I think homework is bad because I like to play and discuss things with my family.

12. RECOUNT (retell/menceritakan kembali)
a. Tujuan Komunikatif Teks
Melaporkan peristiwa, kejadian atau kegiatan dengan tujuan memberitakan/ menghibur.
b. Struktur Teks
• Pendahuluan (orientation): yaitu memberikan informasi tentang apa, siapa,
dimana dan kapan.
• Rentetan Peristiwa /events: kegiatan/peristiwa yang terjadi yangf disampaikan
secara berurutan.
• Komentar pribadi dan/ungkapan penilaian (jika ada).
c. Ciri Kebahasan:
Mengunakan :
 Noun dan pronoun sebagai kata ganti orang, hewan/benda yang terlibat misalnya; Dono, the monkey, we dsb.
 Action verbs atau kata kerja tindakan, misalnya go, sleep, run, dsb.
 Past tense misalnya We went to the zoo. She was happy.
 Conjunction dan time connectives yang mengurutkan peristiwa/kejadian/kegiatyan. Misalnya and, but, then, after that, dsb.
 Adverbs dan adverb phrases untuk mengungkapkan tempat, waktu dan cara. Misalnya yesterday, at my house, slowly dsb.
d. Contoh dan Struktur Teks
EARTHQUAKE
Orientation I was driving along the coast road when the car suddenly lurched to one side.

Event 1 At first I thought a tyre had gone but then I saw telegraph poles collapsing like matchsticks.

Event 2 The rocks came tumbling across the road and I had to abandon the car.

Event 3 When I got back to town, well, as I said, there wasn’t much left.
FUNCTIONAL SKILL

1. Offering Help or Things (menawarkan bantuan / menawarkan sesuatu)
Untuk menawarkan bantuan, dapat digunakan ungkapan-ungkapan berikut:

– May I help you?
– Can I help you?
– Could I help you?
– How can I be of assistance to you?
– How can I be of help to you?
– What can I help you – What can I do for you?
– How can I assist you?
– How can I help you?
– Let me help you?
– Do you want me to help you?
– Shall I …?

Cara memberi tawaran seperti menawarkan makanan atau minuman dalam bahasa Inggris lazimnya dengan menggunakan ungkapan Would you like…?, Would you care for …?, why don’t you have…?, How about having …? May I offer you …?

Contoh:
Tawaran Respon
– Would you like some bread? Yes, please.
– Would you care for some coffee? No, thanks. I don’t drink coffee.
– Why don’t you have some biscuit, please? Thanks, I’d love to.

Jawaban untuk menerima tawaran antara lain: Yes please, Sure, Why not, Ofcourse, Certainly, I’d love to, It’s a good idea, That’s great. Untuk menolak tawaran digunakan ungkapan seperti: No, thanks, Please don’t bother, I’d love to but…, That’s great but…

2. Introducing (memperkenalkan)

Memperkenalkan Dri Memperkenalkan Orang Lain
– I’d like to introduce myself.
– My I introduce myself?
– Let me introduce myself!
– I want to introduce myself – I’d like you to meet … (nama)
– This is my friend/boss/etc…(nama)
– Have you met…(nama)?
– May I introduce you to …(nama/jabatan)
– Let me introduce you to ….
– I want to introduce you to ….

3. Inviting (mengundang/mengajak)

Undangan/Ajakan Menolak Menerima
– let’s + V1
– Why don’t we …?
– How about…?
– I’d like to invite you to…
– Would you like to…?
– I wonder if you’d like to – I’m sorry I can’t
– I’d like to but…
– I’m afraid I can’t
– No, let’s not.
– I’d love to
– I’d like very much
– I’d be happy/glad to
accept
– Yes, I’d be delighted to.
– That’s good ide

4. Expressing Thanks (terimakasih)

Ungkapan Respon
Thank you
Thank you very much
Thanks.
Thank you very much for… (kata benda)
I’m grateful for…(kata benda/noun) You are welcome.
That’s all right
Not at all
Don’t mention it
Thet’s all right
Any time

5. Congratulations (ucapan selamat)

Ungkapan Respon
Congratulations
Congratulations on …
I’d like to congratulate you.
I’d like to congratulate you on…
It was great to hear…
It was to hear about….
Happy birthday to you.
Happy new year.
Good luck!
Have a nice holiday Thank you
Thank you and the same to you
Thank you. I need it.
Thank you very much.

6. Sympathy (menyatakan rasa simpati)

Ungkapan-ungkapan perasaan simpati atas mala petaka/musibah yang dialami orang lain diantaranya:
• I’m sorry to hear that
• Oh, that’s too bad.
• How awful!
• How terrible!
• Poor!

7. Pleasure, Displeasure (senang & tidak senang)

Pleasure/senang Displeasure/tidak senang
It’s really delightful/Iam delighted
I’m satisfied
That’s great
That’s wonderful
It’s really a great pleasure I’m dissatisfied
We are fed up with…
I feel dosappointed
She is extremely displeased

8. Satisfaction, Dissatisfaction ( kepuasan, ketidakpuasan)
Ketika kita akan mengungkapkan kepuasan atas kerja seseorang, kita dapat gunakan ungkapan:
• Well done!
• Great! Good work
• I am satisfied with your work
• You did well
• Your job is satisfactory
• I am so happy about this
• I’m glad to what you’ve done
• It’s really satisfying
Katika kita akan mengungkapkan ketidakpuasan atas kerja seseorang, kita dapat gunakan:
• I’m not satisfied with work
• You haven’t done well enough
• I am really dissappointed
• Sorry, but your work is not satisfactory
• Oh, no!
• It’s not very nice
• It’s really not good enough

9. Asking & Giving Opinion (meminta & memberi pendapat)

Asking Opinion Giving opinion
How was the trip?
How do you like your new house?
How do you think of Rina’s idea?
How do you feel about this dicition?
What is your opinions of the movie?
What are your feelings about it? I think (that)….
In my opinion….
As I see, …
If you ask me, I feel…

10. Agreement/approval, Disagreement/disapproval (setuju, tidak setuju)
Ketika kita merasa sependapat dengan opini orang lain, kita bisa mengatakan:
• So do I
• Yes, I agree with you
• It is certainly
• Exactly
• That’s what I want to say
• I am with you
• I am on your side
Ketika kita merasa tidak sependapat dengan opini orang lain, kita bisa mengatakan:
• Well, I don’t think so
• I don’t think that is true
• I disagree with …
• I wouldn’t say that
• Exactly not
• I can’t say so
• On contrary
• I don’t buy that idea

11. Fear, Anciety (ungkapan ketakutan, kegelisahan)

Fear Respon
I am afraid
I am feared
I am scared
I am terrified
The sound is horrifying Don’t be afraid
There is nothing to be afraid of
It is nothing

Anciety Respon
I am worried about…
I am anxious to know about…
I wondered if…
That made me worried
I have been thinking about ….
I am afraid if… Take is easy
Calm down
I know you are worried but…
It is not a big deal
Don’t worry
Stay cool
12. Pain, Relief (ungkapan kesakitan, kelegaan)

Pain Relief
Ouch!
That was hurt
It is painful
It hurts me
I’ve got a backache/toothache/stomachache
I feel sore all over
My eyes hurt I’m very relieved to hear…
Finally, it was over
I feel relieved
I feel much better
I’m glad it’s over
That’s a great relief
I’m extremely glad to hear…
Thank goodness for that
Marvellous
What a relief!

13. Like/Love & Dislike/Hate (suka/cinta & tidak suka/benci)

Like Dislike
I love it
I like it
I am keen on it
I am crazy about it
We all enjoy
(benda/noun/gerund)…is my cup of tea I don’t really like it
I dislike it
I am not really interested in…
I can’t enjoy…
(benda/noun/gerund)…is not my cup of tea
I can’t stand
I hate it

14. Embarrassment & Annoyance (Ungkapan rasa malu, kejengkelan)

Embarrassment Annoyance
I am embarrassed
I feel ashamed
Oh my God
Shame on me
I don’t feel comfortable
I feel awkward I am annoyed
I had enough with it
I can’t bear it any longer
You made me annoyed
You are such a pain in the neck
You made me sick

15. Request (permintaan)

Request Acceptance Refusal
Would it be possible for you to
Would you be so kind as to
Would you…,please?
Would you mind …?
Any chance of…
Can you…? I should be delighted to come
By all means
I have no objection
I’d be happy to
Sure
Yeah
OK
No problem
Mmm I regret to say that we find ourselves unable to go
I’m afraid it’s not possible
I’m afraid not
Sorry
No, I won’t
Not likely
You must be joking

16. Complaint, Blame (keluhan,menyalahkan)

Complaint Blame
I’m not at all satisfied with the service
I really do/must objec to the service
I take great exception to…
I want to complain about…
This is crazy! You’re the one to blame
It’s your fault!
It’s your mistake!
You’re wrong

17. Regret, Apology (penyesalan, meminta maaf)

Regret Apology
Much to my regret
Sadly, I ….
Unfortunately
I’m terribly sorry
I honestly regret that I …
Sorry, I … Please accept my apologies for what I did
Please forgive me for what I did
I am extremely sorry
I really must apologies
May I offer you my sincerest apologies?

18. Possibility & Impossibility (kemungkinan & ketidakmungkinan)

Menyatakan Kemungkinan Menanyakan Kemungkinan
I think there is possibility to …
I sassume/believe…
In all probability,…
it is going to be possible for me to…
that will probably …
it’s quite possible … Do you think he/it could…?
Would you say we’re capable of…?
Are you capable of…?
Are you able to…?
Do you have any experience of…?
Can you…?
Do you know how to…?
Do you think you can…?

LANGUAGE USAGE

TENSES

TENSES POLA KET. WAKTU
Present Tense
(Menyatakan kebiasaan hingga sekarang masih dilakukan) V= (+) S+V¹ (-s/es utk S he,she,it)
(-) S+Do/Does not + V¹
Do utk S= I,you,they,we
Does utk S= he,she,it
She goes to school everyday
She does not go to school everyday
N= (+) S+ to be (am/is/are) + adj/n/adv
She is beautiful Every…
Usyally
Always dll

Present Continuous
(Menyatakan aktivitas yang sedang berlangsung pada waktu bicara)
V= (+) S+ to be (am/is/are)+V-ing
She is not going to school everyday Now
At present
At this moment
To day
Present Perfect
(Menyatakan perbuatan/tindakan yang terjadi pada waktu yang tidak tertentu di masa lampau dan pada saat berbicara perbuatan/tindakan tsb telah selesai/baru aja selesai dilakukan) V= (+) S + have/has + V3
Have utk S= I,you,they,we
Has utk S= he,she,it
Father has gone to work for 12 hours
N= (+) S + have/has+Been + adj/n/adv
Father has been at his office since 12
hours ago. Lately
Recently
For
Since
already
yet
lately
just

Past Tense
(Menyatakan kegiatan yang dilakukan pada waktu lampau) V= (+) S + V2
(-) S + did not + V¹
Did utk semua Subjek
N= (+) S + Be (was/were) + adj/n/adv
Was utk S= I,he,she,it
Were utk S= you,they,we Yesterday
Last…
…ago
Past Perfect Tense
(Menyatakan aktivitas yang telah selesai dilakukan ketika aktivitas lain terjadi pada waktu lampau) V= (+) S + had + V3
Had utk semua Sabjek (S)

N= (+) S + had been + adj/n/adv Before/when + S + V2
Past Perfect Continuous
(Menyatakan aktivitas yang telah berlangsung selama periode waktu tertentu ketika aktivitas lain terjadi diwaktu lampau, aktivitas tsb masih berlangsung) V= (+) S + had been + V-ing For + periode waktu + when/ before + S + V2
Future tense
(Menyatakan aktivitas yang akan dilakukan di waktu yang akan datang)

V= (+) S + will/shall + V¹
Will utk semua Sabjek (S)
Shall utk S = I,we
N= (+) S + will/shall +be + adj/n/adv
Tomorrow
Next…

Future Continuous
(Menyatakan aktivitas yang akan sedang berlangsung di waktu yang akan datang)
V= (+) S + will/shall + be + V-ing
At this time tomorrow
At ten tomorrow

Future Perfect
(Menyatakan aktivitas yang akan telah selesai dilakukan ketika aktivitas lain terjadi diwaktu yang akan datang)

V= (+) S + will/shall + have + V3

N= (+) S + will/shall +have +been +adj/n/
By + ket.waktu
Future Perfect Continuous
(Menyatakan aktivitas yang akan telah sedang berlangsung selama waktu tertentu ketika aktivitas lain terjadi di waktu yang akan datang)

V= (+) S + will/shall +have+been + V-ing

By + ket.waktu
Past Future Tense
(Menyatakan perbuatan/keadaan yang akan datang dilakukan/terjadi diwaktu lampau. Perbuatan tsb sudah direncanakan tapi tidak terlaksana)
V= (+) S + would/should + V¹

N= (+) S + would/should + be + adj/n/adv
Yesterday
Last…
Just now
If + simple past

Past Future Perfect Tense
(menyatakan suatu pengandaian pada masa lampau, sesuatu seharusnya akan telah terjadi pada saat suatu syarat terpenuhi)
V= (+) S + would/should + have +V3

N= (+) S + would/should + have been + adj/n/adv
If + past perfect
Past Perfect Continuous
(Menyatakan perbuatan yang seharusnya sudah sedang berlangsung di suatu waktu di masa lampau tetapi kenyataanya gagal berlangsung)
V= (+) S + would/should + have been + V-ing

By + ket.waktu

Kita bisa mengenali setiap tensis dengan mengetahui ciri-ciri khusus yang dimiliki setiap tensis:

Simple Present V¹/do,does/am,is,are
Simple past V2/did/was,were
Perfect have/has/had + V3/been
Future/modal (present)
Future/modal (past) will/shall/may/can/must + V¹/be
would/sould/might/could/had to + V¹/be
Continuous Tobe + v-ing

TO BE
Present
Past
Perfect
Future/modal Am, is, are
Was, were
Been
be

Contoh soal
1. Fred : Juda, the telephone rang twelve times. What were you doing?
Juda: I____ Javanese dancing, “Srimpi”.
a. practised d. have been practising
b. was parctising e. will be practising
c. have practised
Jawaban : B (Past Continuous Tense)
2. Dian : The Public Health Centre ____ there for more than twenty years. The doctors and
paramedis work hard to improve the people’s health especially children.
Iwan : Yes, they are succesful. The infant/death rate has decreased remarkably.
a. works d. has been working
b. worked e. will have worked
c. is working
Jawaban : D (Present Perfect Continuous = peristiwa yang terjadi/dimulai pada waktu
lampau dan sekarang masih berlangsung. Ada tanda waktu for yang bisa dijadikan ciri)
3. Devi : So you have finished washing the dished. When did you do it?
Sri : I did while you ____ the yard.
a. clean d. were cleaning
b. cleaned e. have been cleaning
c. had cleaned
Jawaban : D (Past Continuous tense = menyatakan suatu kegiatan yang sedang
berlangsung ketika kegiatan lain terjadi di waktu lampau. Kata while bisa dijadikan ciri)
4. Retno : Why don’t you reply my letter?
Hadi : Oh sorry. I forget to tell you that I ___ in Bali since last year.
a. am living d. will have lived
b. was living e. have been living
c. have to live
Jawaban : E (Present Perfect Continuous. Tanda waktu since dapat dijadikan ciri)
5. Vina : When did you get the letter?
Fani : Yesterday. My family ____ when the postman arrived.
a. have lunch d. will have had lunch
b. will have lunch e. have been having lunch
c. were having lunch
Jawaban : C (Past Continuous tense biasa juga dipakai untuk menyatakan kegiatan
yang sedang dilakukan ketika kegiatan lain terjadi pada waktu lampau.
When + simple past dapat dijadikan ciri)

DIRECT – INDIRECT (Reported Speech)

Ketika kita merubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, ada beberapa hal yang mengalami perubahan diantaranya perubahan tenses, struktur kalimat, pronoun (kata ganti orang), Possessive (kata ganti kepemilikan), keterangan waktu, dan tempat.
Perubahan pronoun dan possessive tergantung kepada sabjek dan objek yang dipakai di kalimat langsung/tidak langsung.
Jika kalimat langsung adalah kalimat tanya maka ketika kalimat itu diulang (kalimat tidak langsung) tidak membentuk kata tanya lagi tetapi menjadi kalimat berita. Kata penghubungnya adalah if/whether dan what, why, where, when, who, how. Begitu pula jika kalimat langsung adalah kalimat perintah maka di kalimat tidak langsung menjadi kalimat berita. Kata penghubungnya adalah (+) to infinitive/V1, (-) not to infinitive/V1

Contoh Kalimat

Kalimat langsung/direct Kalimat tidak langsung/indirect
(+) He said, “ I have a present for you in my bag.”
(-) He said, “I do not have a present for you in my bag”
(?) He asked, “Do I have a present for you in my bag?”
(?) He asked me, “ Why do I have to have a present for you in my bag?
(!) He ordered/commanded me, “Bring my bag here now!”
(!) He ordered me, “Don’t bring your bag here!” (+) He said that he had a present for me in his
bag.
(-) He said that he did not have a present for me in his bag.
(?) He asked me if/whether he had a present for me in his bag.
(?) He asked me why he had to have a present for me in his bag.
(!) He ordered/commanded me to bring his bag there then.
(!) He ordered me not to bring my bag there.

Perubahan Tenses
Direct (kalimat langsung) Indirect (kalimat tidak langsung)

Simple Present
Present Continuous
Present Future
Present Perfect
Present Perfect Continuous
Simple Past
Past Continuous
Simple Past
Past Continuous
Past Future
Past Perfect
Past Perfect Continuous
Past Perfect
Past Perfect Continuous

Lebih singkatnya perubahan tenses tersebut adalah:
Direct Indirect
V1 (eat)
V2 (ate)
Am/is/are
Do/does
Do/does not
Did not
Was/were
Am/is/are + V-ing
Was/were +V-ing
Has/have + V3
Will/shall/can/may/must
Could/might/should/would + V1/be V2 (ate)
Had + V3 (had eaten)
Was/were
Did
Did not
Had not + V3
Had been
Was/were + V-ing
Had been + V-ing
Had + V3
Would/should/could/might/had to
could/might/should/would + have+ V3/been

Perubahan Keterangan Waktu dan Tempat
Direct Indirect
Now
Today
Tomorrow

Next…

Last…

…ago

Yesterday

The day before yesterday
Here
This
These Then
That day
The next day
The day after
The following day
A day later
The… after
The following…
The…before
The previous …
The preceeding
…before
…earlier
The day before
The previous day
The preceeding day
Two day before
There
That
those

Contoh Soal
1. Beckham : Did you know what Fingo said yesterday?
Raul : Of course. He said ____ the previous day.
a. had gone to his country d. he went to his country
b. he has gone to his country e. he goes to his country
c. he will go to his country
Jawaban : A ( kalau kalimat langsung/direct simple past, indirect/tdk langsung harus
past perfect)
2. Teacher : Why was Mary absent yesterday?
Jenifer : What did the teacher want to know, Ferdy?
Ferdy : he wanted to know ____
a. if Mary was absent d. that Mary had been absent
b. why Mary was absent e. why Mary had been absent
c. why was Mary absent
Jawaban : E (direct berbentuk Wh-question bentuk past tense jadi indirec berbentuk
past perfect)
3. Mother : Don’t be so noisy, Herman. The baby is sleeping.
Herman : Okay, mom.
Rudy : What did your mother just told you?
Herman : She told me ___ because the baby was sleeping.
a. I wasn’t so noisy d. I am very noisy
b. not to be so noisy e. to be not so noisy
c. don’t be noisy
Jawaban : B (direct: don’t + be maka indirect: not + to be)
4. Doctor : Open your mouth!
Mother : What did the doctor tell you?
Son : The doctor told me ___
a. that I open his mouth d. to open my mouth
b. if I opened my mouth e. opened my mouth
c. to open my mouth
Jawaban : D (direct: V1 + O maka direct: to V1 + O)
5. Mother : Do you want meatballs or fried chicken?
Mother asked me ____
a. whether I wanted meatball or fried shicken
b. whether I want meatball or fried chicken
c. that I wanted meatball or fried chicken
d. that I want meatball or fried chicken
e. if I want meatball or fried chicken
Jawaban: A (direct: do/does + S +V1 maka indirect: if/whether + S + V2)

PASSIVE VOICE (kalimat pasif)

Kalimat passif adalah kalimat dimana subjek dikenai tindakan/pekerjaan, sedangkan kalimat aktif subjeklah yang melakukan tindakan/pekerjaan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam merubah aktif ke pasif adalah:
• Yang dapat dijadikan kalimat passive adalah Verbal Sentence (kalimat yang predikatnya kata kerja/V)
• Verbal sentence yang dapat dirubah ke Passive Voice (kalimat pasif) adalah kalimat yang memiliki objek penderita.
• Perubahan aktif ke pasif atau sebaliknya tidak merubah makna kalimat. Perubahan iti terjadi hanya pada struktur kalimatnya saja.
• Ciri kalimat pasif/passive voice adalah to be + V3 dan kata by (kata ini bukan merupakan syarat yang harus ada dalam kalimat pasif )

Contoh : (Aktive) Bajuri loves Oneng
S P/V1 O
(Passive) Oneng is loved by Bajuri.
S P/V3
(Active) I bought a new motorcycle last week.
(passive) A new motorcycle was bought by me last week

Rumus Pola aktif-pasif untuk semua tenses
Tenses Active Passive
Simple Present
Simple Past S + V1
S + V2 S + am/is/are + V3
S + was/were + V3
Present Continuous
Present perfect continuous
Past Continuous
Past Perfect Continuous
Future Continuous
Future Perfect Continuous
Past Futurre Continuous
Past Future Perfect Continu S + am/is/are + V-ing
S + have/has + been + V-ing
S + was/were + V-ing
S + had + been + V-ing
S + will/shall + be + V-ing
S + will + have + V-ing
S + would + be + V-ing+
S +would +have+been+V-ing S + am/is/are + being + V3
S + have/has +been + being +V3
S + was/were + being + V3
S + had + been + being + V3
S + will/shall + be + being + V3
S + will +have+been+ being +V3
S + would + be + being + V3
S +would+have+been+ being+V3
Simple Perfect
Past Perfect S + have/has + V3
S + had + V3 S + have/has + been + V3
S + had + been + V3
Simple Future
Past Future
Modal (present)
Modal (past) S + will/shall + V1
S + would/should + V1
S + may/can/must + V1
S + might/could/had to + V1 S + will/shall + be + V3
S + would/should + be + V3
S + may/can/must + be + V3
S + might/could/had to + be + V3

Jadi lebih singkatnya ciri kalimat pasif/passive voice selain by + O adalah
Present
Past
Perfect
Continuous
Future/modal am/is/are + V3
was/were + V3
been + V3
being + V3
be + V3

Contoh Soal
1. A : Look! The girl is crying. What happened to her just now?
B : While playing with her brother, she ____
a. kicks d. was kicking
b. kicked e. was kicked
c. will kick
Jawaban : E (simple past: S + was/were + V3)
2. A : Do you know the result of the test?
B : Not yet. The announcement ____ twice.
a. was postponed d. has to be postponed
b. was being postponed e. has been postponed
c. will be postponed
Jawaban : A (konteks kalimat adalah simple past)
3. Mela : Why do you prefer Surya Depstore to others?
Noni : Because the items ____ at a reasonable price.
a. is sold d. were sold
b. are sold e. had been sold
c. was sold
Jawaban: B (konteks kalimat adalah simple present. Karena subjek items jamak maka
to be yang sesuai adalah are)
4. X : There’s no longer a rule for the youth to enter military service in Britain.
Y : Really, when….?
a. was it abolishing d. was it to abolish
b. did it abolish e. to be abolished
c. was it abolished
Jawaban: C (pola pasif introgative simple past: was/were + S + V3)
5. Dita : When did the accident happen?
Dini : When the goods ____ from the truck.
a. have been unloaded d. will be unloaded
b. were being unloaded e. are unloaded
c. are being unloaded
Jawabab: B (pola pasif past continuaou tense: S + was/were + being + V3)

DEGREES OF COMPARISON (tingkat perbandingan)

Terdiri dari 3 tingkatan, yaitu:
1. Positive (tingkat biasa)
S + tobe + adjective/k.sifat
contoh: Jojon is handsome
Gogon is clever

2. Comparative (tingkat perbandingan)
S + tobe + more/-er + adjective + than
contoh: Jojon is more handsome than Aming
Bajuri is cleverer than Oneng

3. Superlative (tingkat palinga)
S + tobe + the most/-est + noun phrase
Contoh: Jojon is the most handsome
Bajuri is the cleverest person
Catatan
a. Adjective/kata-kata sifat yang bersuku kata dua/lebih harus diawali kata “more” pada kalimat perbandingan/comparative dan “the most” pada kalimat tingkat paling/superlative.
Contoh: beautiful more beaitiful the most beautiful
b. Beberapa kata harus dibentuk dengan cara tidak beraturan pada comparative dan superlative.
Contoh: bad worse worst
good better best
much more most
c. Adjective/kata-kata sifat yang bersuku kata satu/dua yang berakhir dengan akhiran “-er/-r” pada kalimat perbandingan/comparative dan “-est/-st” pada kalimat tingkat paling/superlative adalah:
1. Kata yang berakhir dengan 2 konsonan / 1 konsonan yang didahului dengan 2 vokal.
Contoh: rich richer richest
deep deeper deepest
2. Kata yang berakhir dengan 1 konsonan yang dudahului oleh 1 vokal. Dalam perubahannya konsonan tersebut digandakan sebelum diberi akhiran –er dan –est.
Contoh: big bigger biggest
3. Kata yang berakhir dengan –e dalam perubahannya hanya diberi akhiran –r dan –st.
Contoh: large larger largest
4. Kata yang berakhir dengan –y yang didahului konsonan dalam perubahannya huruf –y tersebut berubah menjadi –i. Tetapi jika –y tsb didahului vokal maka aturan tersebut di atas tidak berlaku.
Contoh: easy easier easiest
coy coyer coyest
5. Kata yang terdiri dari dua suku kata yang berakhiran –some, -ow, -le, -er.
Contoh: clever cleverer cleverest
Contoh Soal
1.

QUESTION TAGS

Merupakan bentuk pertanyaan berekor yang fungsinya untuk mempertegas suatu pertanyaan.
Contoh : Pok Ati is a beautiful woman, isn’t she?
My husband didn’t go to Bandung last week, did he?
a. Jika statement adalah kalimat verbal maka question tag-nya dibentuk menurut kaidah kalimat verbal yaitu ada kata kerja bantu/modal yang dipakai seperti: do/does, did, have/has, had, will, shall, can, may, dll. Begitu pula jika statement adalah kalimat nominal maka question tag-nya pun dibentuk menurut kaidah kalimat nominal yaitu ada kata kerja to be yang dipakai seperti: am/is/are, was/were, dll.
b. Jika statement (+) maka question tag (-) dan sebaliknya

CONDITIONAL SENTENCES (kalimat pengandaian)

 Conditional sentence terdiri dari anak kalimat (sub clause) dan induk kalimat (mean clause) dimana bentuk tenses yang di pakai pada keduanya berbada.
 Induk kalimat biasanya diawali dengan kata “if”. Jika anak kalimat mendahului induk kalimat maka setelah anak kalimat ada koma (,).
 Ada 3 tipe conditional sentence :

1. Future Conditional (type 1)
Kalimat yang diucapkan dan kenyataan yang sebenarnya tidak bertolak belakang. Apa yang diucapkan, itulah yang diharapkan. Kemungkinan harapan terpenuhi di tipe ini adalah ada (bukan imajinasi) tapi kalau syarat terpenuhi.
Contoh: If I have much money, I will buy a new car.
(jika saya punya uang, saya akan membeli mobil baru)
Pola : If + simple present + simple future/modal
S + V1 S + will/shall/can/must/may + V1
S + am/is/are S + will shall/can/must/may + be
2. Present Conditional (type 2)
Kalimat yang diucapkan bertolak belakang dengan kenyataan yang sebenarnya di masa sekarang. Kalau kalimatnya (+), maka makna/meaning-nya (-) dan sebaliknya. Kemungkinan harapan terpenuhi di tipe ini adalah tidak ada (hanya imajinasi saja).
Contoh : (+) If I had time, I would go to the beach with you.
(Saya sebenarnya tidak punya waktu sekarang ini sehingga tidak bisa pergi)
Pola: If + simple past + past future/modal
V2 would/should/could/had to/might + V1
Was/were would/should/could/had to/might + be
Di tipe ini hanya were saja yang dipakai.
3. Past Conditional (type 3)
Kalimat yang digunakan untuk menyatakan kewajiban/kegiatan yang dilakukan dimasa lampau, tetapi tidak dilakukan/ tidak terpenuhi. Kalimat ini diucapkan bertolak belakang dengan kenyataan yang sebenarnya di masa lalu. Kalau kalimatnya (+), maka makna/meaning yang disampaikan (-) dan sebaliknya.
Kemungkinan harapan terpenuhi di tipe ini adalah tidak ada (hanya imajinasi saja)
Cnth : (+) If I had known you were there, I would have written you a letter.
( Jika saya tahu waktu dulu kamu berada di sana, saya sudah mengirim surat
padamu- ini bermakna saya tidak mengirim surat karena saya tidak tahu kamu berada di sana)
Pola: If + past perfect + past future perfect/modal perfect
Had + V3 would/should/could/had to/might + have + V3
Had been would/should/could/had to/might + have been

RELATIVE PRONOUNS (kata ganti penghubung)

Relative Pronoun adalah kata yang digunakan untuk mengantikan salah satu pokok kalimat/bagian kalimat lainnya yang menghubungkan dua buah kalimat menjadi satu kalimat majemuk (complex sentence). Kata-kata yang digunakan sebagai penghubung yaitu: who, whom, whose, which, of which.

Rumus Umum :

Jabatan dalam kalimat orang benda
Subjek
Objek
Kepunyaan (possesseve) Who/that
Whom/that
whose Which/that
Which/that
Of which
1. Who/that: “yang”
Digunakan utk pengganti orang sbg subjek
Contoh: We know a lot of people. They live in Jakarta
S O S
We know a lot of people who live in Jakarta
(They = a lot ao people, jabatan dalam kalimat subjek,)

2. Whom/that: “yang”
Digunakan untuk pengganti objek
Contoh: The girl feel in love with the man. I met him last week.
S O S O
The girl feel in love with the man whom I met last week.
(him = the man, jabatan sebagai objek)

3. whose: “yang punya”
Digunakan untuk mengganti kata ganti kepunyaan: my, your, our, his, their, its, her.
Contoh: We saw the people. Their car has been stolen.
S O possessive
We saw the people whose car had been stolen.
(their car = mobilnya orang-orang. Orang yang dimaksud = the people)

4. which/that
Digunakan untuk mengganti kata benda/binatang sebagai subjek
Contoh: I don’t like the stories. They are printed in English.
S
I don’t like the stories that/which are printed in English.
(they = the stories/cerita adalah kata benda yg kedudukannya sebagai S)

My mother loves a red car very much. I bought it last year.
O O
My mother loves a red car which/that I bought last year very much
( it = a red car, sebuah benda, jabatan sebagai objek)
.
6. Of which
Digunakan untuk mengganti kata ganti kepunyaan/possessive untuk benda/binatang.
Contoh: I sent the table back to the store. Its surface is not smooth.
Possessive
I sent the table of which surface is not smooth back to the store.
(its surface/permukaannya meja. Meja yg dimaksud the table)

7. Where
8. When

SUBJUNCTIVE WISH
Subjunctive/angan-angan digunakan untuk menyatakan/mengungkapkan harapan yang tidak dapat terpenuhi.

– Future
Rumus : S¹ + wish + S² + could/would + V¹/be
Contoh : I wish you would stop saying that.
(saya berharap kamu akan berhenti mengatakan itu)
I wish she would come to my party to night
(saya berharap dia akan dapat datang ke pesta saya minggu ini)
– Present
Rumus : S¹ + wish + S² + V2/were
Contoh : I wish you were old enough to marry me.
(saya berharap sekarang ini umurmu cukup tua untuk menikahi saya)
They wish they didn’t have to go to school today.
(mereka berharap sekarang ini mereka tidak harus pergi sekolah)
– Past
Rumus : S¹ + wished + S² + had V3/could have V3
Contoh : She wished she had had more time last night.
(saya berharap tadi malam dia punya banyak waktu)

CAUSATIVE HAVE/GET

Causative have dan get digunakan untuk menyatakan suatu pekerjaan yang dilakukan orang lain untuk si Subjek. Causative have berarti menyuruh/memerintahkan seseorang melakukan sesuatu, sedangkan causative get berarti meminta (dengan persuasif) seseorang melakukan sesuatu.
Rumus Active
S + have/has/had + Object¹ + V1 + Object²
S + get/gets/got + Object¹ + to V1 + Object

Contoh : (1). She has the shoemaker mend her shoes
S Someone/O¹ V1 something/O²
(Dia menyuruh Pembuat sepatu memperbaiki sepatunya)
O¹ V1 O²
(2). I had mechanic repair my car.
(saya menyuruh mekanis memperbaiki mobil saya

Contoh : (1). She gets the shoemaker to mend her shoes.
(Dia meminta Pembuat sepatu memperbaiki sepatunya)
(2). I got the mechanic to repair my car.
(saya meminta mekanis memperbaiki mobil saya)

Rumus Passive
S + have/has/had + O + V3
S + get/gets/got + O + V3
Contoh
(1). The manager has the letter typed.
O V3
(Menejer menyuruh surat itu ditik)
(2). The manager gets the letter typed.
(Menejer meminta surat itu ditik)

GERUND

Gerund adalah kata kerja yang dibendakan/ kata benda yang dibentuk dari kata kerja yang diberi akhiran –ing (V-ing). Gerund digunakan bila:
1. Verb/kata kerja sebagai subjek.
Contoh: Swimming is a good sport.
Jogging makes us fresh.
2. Verb sebagai complement/pelengkap.
Contoh : My hobby is cycling.
3. Setelah kata depan/preposition seperti for, on, before dll.
Contoh : I am sorry for coming late.
Before leaving, he said nothing.
4. Setelah istilah khusus seperti no use, to be worth, to be busy, can’t help/can’t bear,to be used to, get used to.
Contoh : It is no use studying without practicing.
5. Setelah possessive adjective (my,your, his,her,our,their,Amir’s, dll)
Contoh : His staring frigtens me.
6. Kata kerja/V setelah kata kerja tertentu

Admit
Appreciate
Claim
Can’t help
Resume Consider
Avoid
Delay
Deny
Risk Enjoy
Finish
Quit
Resist
Siggest Mind
Miss
Postpone
Practice
Advise Recall
Regret
Report
Recent
resist

Contoh : We enjoy seeing them again after so many years.

PREFERENCES (pilihan/kesukaan)

Menyukai A ketimbang B
1.
S + prefers + noun/V-ing + to + noun/V-ing
Contoh:
– Dona prefers dancing to singing.
(Dona lebih menyukai menari ketiumbang menyanyi)
– Juned prefers combro to deblo.
(Juned lebih menyukai combro ketimbang deblo)
2.
S + like + noun/V-ing + better than + noun/V-ing
Contoh:
– I like T.V better than radio.
– Kokom likes reading better than watching T.V.
3.
S + would rather + V1 + than + V1
Contoh:
– Dita would rather watch T.V . than plays a video game.
(Dita lebih menyukai nonton T.V ketimbang main video game)
4.
S + would prefer + to V1 + rather than + V1
Contoh:
– Ayu would prefer to phone me rather than send SMS.
(Ayu lebih menyukai menelpon saya ketimbang mengirim SMS)

CONNECTORS (Kata Penghubung)

Connectors digunakan untuk menggabungkan dua kalimat/lebih menjadi satu kalimat. Connectors dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Menunjukan waktu: before, after, as soon as, while, when.
a. We went home after the rain stopped.
b. I prepare my ticket and passport before I go on holiday to Paris.
c. I started to look for an apartment as soon as I arrived in this city.
d. While he was reading her novel, somebody knocked on the door.
e. I was really sad when I saw a drama movie.
2. Menunjukan sebab dan akibat: because/because of, since.
a. I went to the hospital because I had a serious accident.
b. I went to the hospital because of my serious accident.
c. Since I have no money, I can’t treat you.
3. Menunjukan tanda urutan: first, next, then, after that, finally.
a. first, we must prepare the ingredients.
b. Next, we cut the vegetables into small pieces.
c. After that, we put them into frying pan.
d. Finally, we put some sauce and salt.

CONJUNCTIONS (Kata Sambung)

Kata sambung adalah kata yang digunakan untuk menyambung dua kalimat/kata-kata.
1. Kata sambung yang berdiri sendiri seperti: and, or, but, for, although/though, that, if, dll.
Contoh: – You can read this book if you like.
(kamu dapat membaca buku ini jika kamu mau)
– I went to your house but you weren’t at home.
(saya pergi ke rumahmu tapi kamu tidak ada di rumah)
– Amir and I go to school everyday.
(Amir dan saya pergi ke sekolah setiap hari)
– Although it was raining, he come on time.
(walaupun hujan dia datang tepat waktu)
2. Kata sambung yang berpasangan seperti:
both…and… (…dan juga….)
not only…but also… (…tidak hanya…tetapi juga…)
either…or… (….maupun…)
neither…nor… (…tidak…dan tidak…)

Contoh: – He is both wise and good.
(dia bijaksana dan juga baik)
– He is not only active but also clever.
(dia tidak hanya aktif tetapi juga pintar)
– Factory pollutions have polluted either land or water in our environment.
(Polusi pabrik telah mencemari tanah maupun air di lingkungan kita)
– The research is neither intersting nor accurate
(Penelitian itu tidak menarik dan tidak akurat)

ELLIPTIC CONSTRUCTION

Kalimat elip merupakan pemendekan dari dua kalimat/lebih dengan cara menghilagkan beberapa bagian kalimat yang memiliki kesamaan arti asalnya. Kalimat elip digunakan untuk menghindari adanya pengulangan kata yang sama dalam suatu kalimat.

tugas agama

PENDAHULUAN

Paroan atau bagi hasil pertanian adalah suatu ikatan atau perjanjian kerjasama antara pemilik lahan dengan petani sebagai penggarap. Pelaksanaan paroan tanaman karet yang dilakukan oleh masyarakat desa Sindang marga sudah berlangsung sekitar tahun 80-an. Alasan masyarakat melakukan paroan tersebut adalah antara pihak petani penggarap dan pihak pemilik lahan intinta adalah sama atau mereka saling membutuhkan.
Dan perjanjian paroan atau bagi hasil pertanian merupakan salah satu sarana tolong menolong bagi sesame manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

PEMBAHASAN
PAROAN KEBUN

A. PENGERTIAN PAROAN KEBUN
Paroan atau bagi hasil pertanian adalah suatu ikatan atau perjanjian kerja sama antara pemilik lahan dengan petani sebagai penggarap. Upah dari penggarapan lahan tersebut diambil atau diberikan dari hasil pertanian yang diusahakan, setelah selesai panen atau sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati ketika pertama kali mengadakan transaksi.
Paroan atau bagi hasil merupakan salah satu sarana tolong menolong bagi sesama manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pihak yang mempunyai lahan menyerahkan lahanya kepada pihak petani atau penggarap untuk diusahakan sebagai lahan yang menghasilkan, sehingga pihak pemilik lahan dapat menikmati dari hasil lahanya, dan petani yang sebelumnya tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam juga dapat berusaha serta dapat memperoleh hasil yang sama dari lahan tersebut.
Sehungan dengan masalah ini Islam telah diatur, bahwa kerjasama yang bersifat kebaikan atau saling tolong adalah sangat dianjurkan. Sabda Rasul:

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah tidak mengharamkan bertani sistem bagi hasil, tetapi beliau memerintahkan agar sesama manusia saling tolong menolong. Rasulullah SAW pernah bersabda, bahwa siapa yang memiliki tanah atau lahan pertanian, maka hendaklah ia menanaminya atau memberikanya kepada saudaranya untuk dikelola. Jika ia tidak mau menyerahkanya kepada saudaranya maka ia sendiri yang harus menanami atau mengolahnya”.
Dari pernyataan diatas daapat dipahami, bahwa pengelolaan lahan pertanian bagi orang islam merupakan suatu keharusan. Sebab apabila tidak dikelola atau dibiarkan terlntar, tidak ditanami maka suatu perbuatan yang mubazir. Islam tidak menghendaki ummatnys berpangku tangan, oleh karena itu apabila orang yang punya lahan atau tanah terlantar maka ia harus menyerahkan kepada orang lain untuk mengelolanya, sehingga lahan itu menghasilkan, dan menguntungkan kedua belah pihak dengan cara membagi hasilnya.
Pengelolaan lahan pertanian dengan sistem paroan atau bagi hasil telah berlangsung pada masa Rasulullah SAW masih hidup dan beliau sendiri melakukanya. Artinya perjanjian paroan atau bagi hasil adalah suatu kerjasama yang halal dilakukan oleh manusia, namun tidak semua urusan atau usaha yang halal dilakukan. Kerjasama yang dibolehkan adalaah kerjasama kebaikan. Dengan kata lain, dengan kerjasama masalah yang dilarang atau haram tidak dibolehkan, seperti kerjasama melakukan pencurian, perampokan, pembunuhan, dan lain-lain atau seluruh perbuatan yang diharamkan.
Dasar hukum paroan atau bagi hasil pertanian ini berdasarkan literatur-literatur yang berkaitan dengan masalah ini diketahui secara jelas adalah As-Sunnah (perbuatan ataupun sabda-sabda Rasulullah SAW). Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a bahwa Rosulullah SAW memperkejakan penduduk khaibar sebagai petani dengan upah separoh dari hasil tanaman (buah-buahan ataupun biji-bijian) yang tumbuh pada lahan pertanian yang dikelola.

B. MACAM-MACAM BENTUK PAROAN DALAM ISLAM
Yang dimaksud dengan macam-macam paroan atau bagi hasil dalam pembahasan ini, hanya dikemukakan yang berkaitan dengan bidang pertanian saja. Hal ini perlu dibatasi, karena bagi hasil atau kerja sama dalam pembagian hasil dari sesuatu yang dikerjakan sangat luas, misalnya dalam bidang perdagangan, perburuhan, dan lain-lain termasuk bidang pertanian ini.
Masalah bagi hasil dalam bidang pertanian ini, maka diketahui ada dua macam bentuk kerjasama bagi hasil atau paroan, yaitu:
1. Musaqah
Musaqah adalah mufa’alah berasal dari kata as-saqy, adalah nama pepohonan penduduk hijaz atau madinah yang sangat memerlukan saqi atau penyiraman atau pengairan dari sumur-sumur. Karena itu al-musaqah artinya penyiraman. Menurut syara’ musaqah berarti penyerahan pohon-pohon atau tanaman kepada orang lain untuk dipelihara hingga menghasilkan, dan upah dari mereka sebagai penyiram adalah hasil dari tanaman-tanaman itu sendiri, yang diberikan setelah selesai musim panen atau petik.
Yang dimaksud dengan musaqah adalah bentuk kerjasama dalam pemeliharaan dan pengembangan tanaman. Dalam bidang ini pemilik tanaman menyerahkan pemeliharaan, perawatan, atau pengembangan tanaman kepada seorang petani penggarap, yang uapah atau pembayarannya adalah hasil dari tanaman itu sendiri setelah habis panen atau menghasilkan, besarnya bagian petani penggarap berdasarkan kesepakatan ketika pertama kali mengadakan akad.
Dari uraian diatas dapat dipahami, bahwa yang dimaksud dengan musaqah adalah kerja sama dalam bidang pertanian antara pemilik kebun dengan pengelola atau pemelihara, yang upah dari pemeliharaan ituadalah hasil dari kebun itu sendiri.
Dalam perjanjian kerjasama pertanian bentuk musaqah baru dianggap sah apabila terpenuhi rukun dan syarat-syarat yang telah ditentukan. Rukun musaqah ada dua yaitu: ijab dan qabul.
Syarat-syarat musaqah antara lain adalah:
 Pohon atau tanaman yang dimusaqahkan (dipelihara) diketahui sifat-sifatnya
 Masa pemeliharaan ditentukan atau ditetapkan dengan jelas
 Akad dilakukan sebelum Nampak baik hasilnya
 Biaya, upah, dan lain-lainnya juga ditentukan secara jelas
Para fuqaha sepakat bahwa tanaman yang boleh dijadikan akad dalam musaqah adalah tumbuh atau tanaman yang bersifat tahan lama atau kuat, seperti anggur, kurma, dan lain-lain. Sedangkan tanaman yang tidak boleh dijadikan akad musaqah adalah seluruh tanaman yang tidak tahan lama, seperti sayur-sayuran.
2. Muzara’ah
Muzara’ah adalah kerjasama dalam bidang pertanian atau pengelolaan kebun dan sejenisnya. Pemilik lahan menyerahkan lahanya kepada petani agar diusahakan, dan hasil dari pertanian itu dibagi antara kedua belah pihak. Muzara’ah berasal dari kata az-zar’u yang artinya ada dua cara, yaitu; menabur benih atau bibit dan menumbuhkan.
Dari arti kata tersebut dapat dijelaskan, bahwa muzara’ah adalah bentuk kerjasama dalam bidang pertanian antara pemilik lahan dengan petani penggarap. Dalam hal ini penggaraplah yang menanami lahan itu dengan biaya sendiri, tanaman dan lahan tersebut nanti dibagi antara kedua belah pihak sebagai pembayaran atau upah dari penggarapan tersebut.
Untuk mengetahui pengertian muzara’ah secara jelas, maka dikemukakan beberapa pendapat ahli fiqih salaf yaitu:
 Menurut ulama hanafi
Muzara’ah menurut pengertian syara’ adalah suatu akad perjanjian pengelolaan tanah dengan memperoleh hasil sebagian dari penghasilan tanah itu. Dalam bidang kerjasama ini boleh penggarap (petani) bertindak sebagai penyewa, untuk menanami tanah dengan imbalan biaya dari sebagian hasil tanamanya. Dan boleh juga pemilik lahan hanya meperkejakan petani dengan upah dari hasil sebagian tanaman yang tumbuh pada tanah itu.
 Menurut ulama maliki
Muzara’ah menurut pengertian syara’ adalah perjanjian kerjasama antara pemilik lahan dengan petani sebagai penggarap. Dalam hal ini pemilik lahan menyerahkan tanahnya kepada petani untuk ditanami, upah dari pengelolaan itu diambil dari hasil tanaman yang ditanam pada lahan tersebut. Jika pemilik lahan ikut membiayai penggarapan itu, seperti menyediakan bibit, maka si petani penggarap mendapat upah boleh berupa sejumlah uang dan boleh berupa sebagian dari tanah dan tanaman yang dikelolanya sesuai dengan kesepakatan mereka berdua.
 Menurut ulama syafi’i
Muzara’ah adalah kerjasama antara pemilik tanah dengan petani untuk menggarap atau mengelola lahan itu, dengan upah atau imbalan sebagian dari hasil pengelolaanya. Dalam hal ini bibit atau benih tanaman berasal dari pemilik lahan, petani hanya membuka lahan, menanami, dan memeliharanya hingga memperolah hasil. Jika bibit atau benihnya berasal dari petani, maka disebut mukharabah. Keduanya adalah tidak sah, karena menyewakan tanah dengan imbalan dari hasil pengelolaan. Sebab bisa saja petani mengalami kerugian apabila gagal panen karena hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari pengertian-pengertian muzara’ah menurut ulama fiqih salaf dimuka, maka dapat dipahami bahwa yang disebut muzara’ah adalah perjanjian kerjasama antara pemilik lahan pertanian dengan petani penggarap, yang upahnya diambil dari hasil pertanian yang sedang diusahakan. Kebanyakan fuqaha menyatakan bahwa perjanjian muzara’ah hukumnya tidak boleh, sebab petani penggarap belum jelas akan mendapatkan hasil dari pekerjaannya itu.
C. CARA MENENTUKAN DAN BESARNYA HASIL PAROAN
Cara menentukan bagi hasil paroan adalah menyangkut waktu pelaksanaan bagian masing-masing pihak. Antara pemilik lahan dengan petani penggarap. Para fuqaha sependapat, bahwa waktu pembagian hasil (paroan) dilakukan setelah panen, atau setelah kelihatan hasil dari tanaman yang ditanam, dan biasanya didasarkan kepada perjanjian yang telah disepakati serta dengan suka rela. Kemudian hasil bagian masing-masing ditentukan berdasarkan perjanjian awal, apakah hanya bagi hasil tanaman saja atau, ataukah dibagi lahan beserta tanaman yang dikelola. Hal ini juga ditentukan bergantung dengan bentuk paroan yang dilakukan, artinya jika mereka melakukan musaqah maka yang dibagi hanyalah hasil dari tanaman atau tumbuh-tumbuhan. Sedangkan jika muzara’ah maka yang dibagi adalah tanah dan hasil tanaman.
Menurut syari’at Islam, besarnya pembagian paroan bidang pertanian, baik mengenai hasil tanaman yang dikelola maupun yang termasuk lahanya adalah bermacam-macam, yaitu separo atau setengah, sepertiga, dan adapula seperempat atau sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak yang melakukanya.
Demikian kenyataan perkembangan dalam kehidupan masyarakat, bahwa pembagian hasil paroan bidang pertanian bervariasi, ada yang mendapat setengah, sepertiga, ataupun lebih rendah dari itu. Bahkan terkadang cenderung merugikan pihak penggarap atau petani. Bagi umat Islam di Indonesia sudah ada ketentuan khusus mengenai pembagian hasil paroan bidang pertanian ini, yaitu Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertanian Nomor 211/1980 dan Nomor 714/Ppts/Um/9/1980 yang menjelaskan tentang perimbangan hak antara pemilik tanah dan penggarap, yakni masing-masing seperdua bagian atau seimbang.
Sehubungan besar pembagian hasil paroan bidang pertanian ini ada hadis-hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:

Kemudian dalam hadist rasulullah SAW yang diriwayatkan muslim dari Ibnu Umar r.a ditegaskan bahwa Rasulullah SAW menyerahkan pohon-pohon kurma dan tanahnya keoada orang yahudi di khaibar untuk menanamnya, dan mereka menerima separoh dari hasil tanaman itu. Lafaz hadist yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Maksud hadist diatas adalah pembagian antara pemilik lahan dengan petani penggarap adalah masing-masing seperdua atau separo bagian. Juga boleh sepertiga ataupun seperempat sesuai dengan kesepakatan dan kerelaan diantara mereka yang melakukanya.
Dengan demikian boleh saja orang yang melakukan paroan pertanian itu membagi hasilnya satu bagian untuk pemilik lahan, satu bagian lagi untuk penggarap, atau dua bagian untuk pemilik lahan dan satu bagian untuk penggarap, dan lain-lain sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
Disisi lain, tidak boleh dijanjikan pihak yang lain akan mengambil bagian yang lainya apabila terjadi kerusakan. Misalnya pemilik lahan boleh mengambil bagian penggarap apabila lahan bagianya mengalami kegagalan panen, atau tanaman diatas tanah bagianya rusak. Atau sebaliknya, tidak boleh dijanjiakn penggarap oleh mengambil bagian pemilik lahan apabila bagian penggarap gagal panen atau rusak.

D. PELAKSANAAN PAROAN TANAMAN KARET DI DESA SINDNG MARGA
Praktek paroan tanaman karet yang dilakukan msayarakat desa Sindang Marga sudah berlangsung sekitar tahun 80-an. Faktor atau alasan masyarakat melakukan paroan tersebut, menurut keterangan beberapa orang responden dari pihak petani penggarap dan pihak pemilik lahan intinya adalah sama (saling membutuhkan).
Paroan tanaman karet di desa Sindang Marga ini sudah berlangsung cukup lama. Hal ini terjadi karena saling membutuhkan antara pemilik lahan dan dengan para petani, yang pada umumnya tidak memiliki tanah untuk digarap sebagai lahan pertanian untuk menanam karet. Para pemilik lahan yang sebelum masih berupa lahan kosong (hutan belantara), mereka tidak mampu untuk menggarapnya sendiri, karena alasan hutan belantara itu tidak dimanfaatkan, maka mereka meminta petani untuk membuka lahan itu sebagai ladang, kemudian ditanami karet dengan perjanjian hasilnya dibagi dua. Karena itu petani penggarap mau menerima tawaran kerjasama paroan tanaman karet tersebut.
Pelaksanaan paroan tanaman karet di desa Sindang Marga pada umumnya dilakukan secara tradisional, atau berdasarkan kekeluargaan dan kepercayaan. Mereka lakukan tidak secara tertulis sebagaimana diamanatkan oleh Allah SWT dan hukum yang berlaku di Indonesia, yaitu mencatat atau dibuat surat perjanjian.
Masyarakat desa sangat menjunjung tinggi kepercayaan kata-kata yang telah diucapkan, oleh karena itu tidak pernah ingkari dari perjanjian sekalipun merasa rugi. Sudah menjadi keharusan bahwa setiap melakukan paroan tanaman karet ditentukan batas waktu pembagianya. Penentuan batas waktu pembagian itu ditetapkan antara pemilik lahan dengan petani penggarap. Dalam menentukan waktu pembagianya diperhatikan umur dari tanaman tanaman karet yang ditanam. Pada umumnya karet itu 6 tahun baru menghasilkan atau dapat disadap getahnya. Pembagian hasil tanaman karet pada umumnya ketika telah berumur tiga tahun, karena pada umur tersebut sudah dapat diketahui bahwa karet tersebut tumbuh baik atau kecil kemungkinan akan mati atau rusak. Jika terjadi kerusakan sebelum tanaman karet dibagi menurut responden, yang bertanggung jawab adalah petani. Bentuk tanggung jawab yang bebankan kepadanya adalah menanam kembali karet yang rusak atau menggantinya dengan yang baru.
Sedangkan apabila setelah terjadi pembagian tanaman karet, terjadi kerusakan pada bagian pemilik lahan maka yang bertanggung jawab adalah pemilik lahan itu sendiri. Sebab sejak terjadi pembagian tanaman karet, maka sejak saat itu masing-masing bertanggung jawab terhadap hak miliknya.

E. CARA PEMBAGIAN TANAMAN KARET DAN BESARNYA BAGIAN MASING-MASING
Cara pembagian tanaman karet yang dilakukan masyarakat desa ini sangat sederhana. Setelah karet yang ditanam oleh petani penggarap berumur lebih kurang 2 hingga tiga tahun. Maka diadakan pembagian untuk dimiliki masing-masing pihak (pemilik lahan dan petani penggarap). Pembagian dilakukan dengan mengukur luas lahan yang ditanami karet, kemudian lahan tersebut dibagi dua bagian, yakni sebagian untuk pemilik lahan dan satu bagian yang lainya untuk petani penggarap. Artinya bagian masing-masing sama besar atau sama luas lahanya. Setelah itu dibuat surat pernyataan penyerahan hak milik sebagai bukti adanya penyerahan hak kepada petani penggarap. Tentang posisi ditetapkan berdasarkan arah rumah masing-masing, maksudnya jika rumah pemilik lahan kearah barat, maka bagianya adalah disebelah barat. Hal ini didasarkan kepada kepercayaan para nenek moyang dulu, sebab jika salah menempatkan posisi bagian tersebut akan tidak baik hasilnya, misalnya sering sakit-sakitan atau ditimpa bencana, dan kerugian-kerugian lainya.
Telah dikemukakan tentang tela’ah hukum Islam terhadap cara pembagian paroan tanaman karet dan pengentasan kemiskinan yang disebabkan paroan tersebut. Ditinjau dari segi pembagian sebesar separoh sebagaimana diuaraikan dimuka, maka dapat dikatakan bahwa hal tersebut sudah sejalan syari’at Islam.

KESIMPULAN
Dilihat dari pernyataan ini diketahui bahwa memang benar paroan tanaman karet ini dapat mengentaskan kemiskinan secara individu, tetapi secara perlahan-lahan akan dapat pula mengentaskan kemiskinan secara umum, dengan kata lain perlahan-perlahan perekonomian masyarakat tersebut menuju kea rah tingkat kehidupan yang semakin baik.
Dan ditinjau dari segi cara pembagian sebesar separoh sebagaimana telah diuraikan dimuka, maka dapat dikatakan bahwa hal tersebut sudah sejalan dengan syari’at Islam.

DAFTAR PUSTAKA

Haroen, Nasroen, 2000, Fiqih Muamalah, Jakarta: Gaya Media Pratama
Sabiq, Sayyid, 1976, Fiqih Sunnah 3 Jilid Al-Qorikhah: Dar Assaqopatu Al-Islamiyah, jilid 3
Susilawati, 2001, Tela’ah Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Paroan Kebon Karet di desa Sindang Marga, Palembang, IAIN Raden Fatah

Previous Older Entries